Waspada, Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Masuk Zona Merah


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Humas Pemda Provinsi Jawa Barat

jabarnetwork.com, Waspada, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tahap ketujuh yakni 4-17 Mei 2021.

Dua wilayah di Jawa Barat masuk zona merah. Dua wilayah yang dimaksud yakni, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat.

Merespon kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepala daerah bersama forkopimda Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya segera berupaya untuk menurunkan kasus Covid-19 di daerah masing-masing.

“Saya minta bekerja keras dalam satu minggu ini untuk menurunkan kasus Covid-19. Semoga itu bisa berlangsung dengan baik,” pinta dia dalam siaran pers Humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diterima JBN,  Bandung,  Sabtu 8 Mei 2021.

Meskipun Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat masuk dalam zona merah lanjut dia mengatakan, dari tingkat keterisian rumah sakit atau BOR per minggu ini diketahui hanya 36,32%.

“Ini menjadi sejarah karena pada 2020, rata – rata BOR di angka 50 sampai 60%,” kata dia.

Bercermin dari sebelumnya, setiap libur panjang biasanya tingkat keterisian rumah sakit naik sekitar 80%.

“Sekarang keterisiannya hanya 30%, itu menandakan tren turun ini harus kita jaga dengan baik agar tahun depan bisa mudik,” harap dia.

Jangan Memaksakan Mudik

Walaupun tingkat keterisian rumah sakit turun ditengah dua wilayah yakni, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung Barat masuk zona merah.

Masyarakat tetap diimbau untuk tidak memaksakan mudik, dan tetap taat terhadap aturan yang dikeluarkan pemerintah.

“Agar keluarga di rumah tetap aman, karena pandemi belum berakhir,” kata dia.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini tidak semata-mata melarang mudik, melarang bertemu orang.

Akan tetapi, karena kondisi masih pandemi Covid-19 dan agar menjaga situasi tetap terkendali. Maka, pemerintah melarang mudik.

“Kami ingatkan ke masyarakat jangan memaksakan diri. Taat pada aturan. Bukan semata-mata kami melarang mudik, kemuliaan bertemu orang tua. Tapi situasi pandemi belum terkendali,” ujar dia.

 Dalam rangka menyemangati kinjera TNI dan Polri yang bertugas di lapangan secara luar biasa, Gubernur bersama forkopimda akan meninjau beberapa titik penyekatan mudik.

“Kami hari senin akan bersama-sama menyemangati TNI dan Polri yang bertugas. Saya bayangkan sangat berat dan sulit karena bersamaan dengan ibadah puasa,” kata dia[]

Leave a Reply