Thoriqoh Nasrullah Fitriyah: 16 Hak Anak yang Diatur Dalam Perda Penyelenggaraan Perlindungan Anak Wajib Dipenuhi

Anggota DPRD Jawa Barat asal PAN Thoriqoh Nasrullah Fitriyah */Humas DPRD Jawa Barat/

JABARNETWORK|BANDUNG – Thoriqoh Nasrullah Fitriyah, anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN mengatakan, ada kurang 12 hak-hak anak yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Hak-hak anak dalam Perda Penyelenggaraan Perlindungan Anak tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan semua pihak agar terpenuhi atau terimplementasi dengan baik.

“Dalam sosialisasi Perda Penyelenggaraan Perlindungan Anak, kita mengingatkan kembali soal hak-hak anak,” tutur Thoriqoh Nasrullah Fitriyah, Bandung, Jumat, 2 Desember 2022.

“Disebutkan ada kurang lebih 16 point  hak yang wajib diterima oleh anak, dan perlu masyarakat tahu,” tambah dia.

Adapun hak-hak anak yang diatur dalam Peraturan Daerah Penyelenggaraan Perlindungan Anak diantaranya;

Pertama (1) Dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Kedua (2) Atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.

Ketiga (3) Beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya dalam bimbingan orang tua atau wali. Empat (4) Mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. Lima (5) Memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.

Enam (6) memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat. Tujuh (7) mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan atau pihak lain.

Delapan (8) menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.

Sembilan (9) beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri.

Sepuluh (10) dalam point j ini hak anak disebutkan selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan; diskriminasi, eksploitasi baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan, ketidakadilan, perlakuan salah lainnya.

Sebelas (11) diasuh oleh orang tuanya sendiri, dua belas (12) memperoleh perlindungan dari; penyalahgunaan dalam kegiatan politik; pelibatan dalam sengketa bersenjata; pelibatan dalam kerusuhan sosial; pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur Kekerasan; pelibatan dalam peperangan; dan kejahatan seksual.

Tiga belas (13) memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi, dan empat belas (14) memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum. Lima belas (15) memperoleh perlindungan dari tindak kekerasan, terakhir (16) mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya.***

Leave a Reply