Survei IPRC :Hanya Warga Ciamis dan Tasikmalaya Paling Puas dengan Kinerja Pemprov Jabar dalam Menangani Covid-19


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Humas Pemda Provinsi Jawa Barat)

jabarnetwork.com, Hasil survei Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) menunjukkan, mayoritas masyarakat Jawa Barat puas dengan kinerja Pemerintah Daerah  Provinsi Jabar dalam menangani pandemi Covid-19.

Terutamanya, masyarakat Ciamis dan Tasikmalaya yang tingkat kepuasannya tertinggi dibandingkan kota dan kabupaten lainnya.

“Tingkat kepuasan tertinggi ada di Ciamis dan Tasikmalaya,” tutur Direktur Riset IPRC Leo Agustino dalam siaran pers Humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diterima JBN, Bandung, Rabu 12 Mei 2021.

Menurut Direktur Riset IPRC Leo Agustino, survei yang dilakukan lembaga risetnya tersebut hanya digelar di sembilan kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Sembilan (9) kota dan kabupaten yang dimaksud diantaranya;  Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Cirebon.

Responden yang disurvei yakni, sebanyak 50,5% responden merupakan laki-laki. Sebanyak 28,5% responden adalah lulusan SMA atau sederajat.

Kemudian, 69,4% beretnis Sunda dan 48,7% berusia antara 39-58 tahun. Responden tersebut diwawancara mulai 20 sampai 30 April 2021.


“Sementara itu mengenai kepuasan kinerja Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar, 76,5% atau lebih dari setengah responden kami menyatakan puas,” kata dia.

Menanggapi hasil survei yang dilakukan IPRC tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja menyambut baik atas hasil survei tersebut.

Menurut dia, hasil survei tersebut menggambarkan kebijakan yang diambil Pemda Provinsi Jabar sudah menyentuh ke akar persoalan, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“ni menjadi salah satu tolok ukur bahwa kebijakan Pemda Provinsi Jabar dalam menangani pandemi Covid-19 efektif dan efisien,” tutur dia.

“Tentu, kami akan terus berupaya menangani pandemi dengan lebih baik lagi, terutama saat Idul Fitri tahun ini,” ujar dia.

Lebih lanjut Setiawan pun mengatakan, dalam penanganan Covid-19  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat diklaim selalu menerapkan lima prinsip.

Prinsip pertama yakni, responsif atau bergerak cepat. Kedua, transparansi.

“Semua data penanganan Covid-19 dapat diakses via Pikobar,” ujar dia.

Prinsip ketiga adalah, ilmiah dengan melibatkan pakar dalam mengambil keputusan.

Prinsip keempat kolaboratif, semua pihak diajak untuk sama-sama menangani pandemi. Sedangkan prinsip kelima adalah inovatif[]

Leave a Reply