Sri Wahyumi Maria Manalip Ditangkap KPK Lagi, Begini Rekam Jejaknya


(Foto: Instagram @swmmanalip)  

jabarnetwork.com, Baru saja bebas dari penjara karena kasus korupsi revitalisasi Pasar  Beo Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2019 senilai Rp2,818 miliar.

Sri Wahyumi Maria Manalip, mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara periode 2014-2019 ditangkap KPK untuk kedua kalinya.

Kali ini Sri Wahyumi Maria Manalip ditangkap KPK karena kasus dugaan gratifikasi Rp9,5 miliar dalam proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud pada 2014-2017.

Mantan Bupati Talaud ini lahir pada 8 Mei 1977 di Talaud, Sulawesi Utara. Ia lahir dari pasangan Juutrianto Manalip asal Siau-Sangihe, dan Kasih Talengkera asal Talaud.

Ibunya bernama Kasih Talengkera, ia dikabarkan sangat populer di Talaud. Sang ibu dikenal sebagai bidan paling tersohor di Talaud.

Sedangkan ayahnya bernama Juutrianto Manalip, ia tersohor sebagai pengusaha di bidang perkebunan.

Sri Wahyumi Maria Manalip atau populer di instagram sebagai swmmanalip menjadi Bupati Talaud untuk periode 2014-2019. Dirinya dilantik pada 20 Juli 2014 bersama pasangannya, Wakil Bupati Talaud Petrus Simon Tuange.

Ia bersama Petrus Simon Tuange dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Talaud menggantikan  Elly Engelbert Lasut dan Constanti Ganggali, Bupati dan Wakil Bupati periode 2014-2009.

Dirinya dikenal bukan hanya sebagai salah satu bupati cantik di Indonesia. Ia pun dikenal sebagai bupati yang kerap tampil modis.

Sri Wahyumi Maria Manalip  ternyata punya hobi olah raga, ia hobi mengendarai motor trail dan olah raga bola voli.

Sosoknya pernah viral, pertama  viral saat dirinya hadir dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pulau Mianggas Sulawesi Utara untuk meresmikan bandara.

Diantara pejabat yang datang waktu itu, sosoknya Sri Wahyumi Maria Manalip paling menonjol dianggap paling cantik oleh netizen kala itu.

Tak hanya itu, selama menjadi Bupati Talaud pun ia kerap membuat kontoversi.

Pertama, paling menghebohkan adalah saat dirinya dinonaktifkan selama 3 bulan sebagai Bupati Talaud oleh Kementerian Dalam Negeri RI, karena melakukan perjalanan luar negeri, Amerika Serikat tanpa izin.

Padahal secara aturannya, setiap kepala daerah harus meminta izin terlebih dahulu saat akan pergi ke luar negeri.

Selain itu, ia pun pernah pernah pergi ke luar kota selama 11 hari tanpa izin setelah kalah dalam Pilkada Talaud 2018.

Tak hanya itu, ia pun pernah terbukti menggunakan APBD tidak sesuai dan sederet tindakan indisipliner lainnya[]

Leave a Reply