Rizki DA Beberkan Sudah Talak 3 Nadya Mustika


Rizki DA dan Ridho DA (Foto: /nstagram @da_ rizki123)

jabarnetwork.com, Rizki DA akhirnya mengungkapkan kondisi pernikahannya dengan Nadya Mustika.

Rizki DA mengaku sudah menalak istrinya, Nadya Mustika sebanyak tiga kali pada Sabtu, 22 Agustus 2020.

Hal ini ia ungkapkan saat menjadi bintang tamu bersama Ridho DA dan Iis Dahlia di acara Pagi Pagi Ambyar di Trans TV tayang pada hari ini (Jumat, 28 Mei 2021).

“Selama ini, sebenarnya Iki sudah talak (Nadya Mustika) di tanggal 22 Agustus 2020. Sudah talak, itu mereka (pihak keluarga Nadya Mustika) yang minta,” tutur Rizki DA dikutip JBN dari acara Pagi Pagi Ambyar di Trans TV, Bandung, Jumat 28 Mei 2021.

Menurut pengakuan Rizki DA, sebenarnya yang bersikukuh meminta talak atau cerai adalah pihak keluarga istri, Nadya Mustika bukan dirinya.

Mereka (pihak keluarga Nadya Mustika) terus mendesak untuk secepatnya mengambil keputusan atas hubungan pernikahan antara Rizki DA dan Nadya Mustika.

Namun, karena Nadya Mustika masih mengandung kala itu dirinya mengaku belum bisa mengambil keputusan cepat.

“Mereka sendiri (pihak keluarga Nadya Mustika) yang meminta menyelesaika cepat, Mereka yang menyalahkan Iki,” kata dia.

Tapi kalau dillihat sekarang, kondisinya seperti justu Rizki DA yang menalak Nadya Mustika.

Padahal keluarga Nadya Mustika yang sesungguhnya meminta, mendesak menyelesaikan (menalak) atau mengakhiri pernikahan.

“Mereka minta diselesaikan,  demi Allah mereka sendiri yang minta untuk diurus secara cepat hukum dan agama,” tegas dia.

Selama ini diam, karena sebenarnya ingin melihat terlebih dahulu kondisi pernikahan ke depannya, mediasi terlebih dahulu. Akan seperti apa ke depannya pernikahan ini.

“Jadi selama ini enggak pernah itu dibilang settingan, segala macam itu enggak pernah. Baik yang lalu-lalu. Soal orang tua yang tidak suka dan lain-lain itu memang benar,” ucap dia.

Rizki DA pun mengaku bahwa selama ini sengaja diam soal permasalahan pernikahannya dengan Nadya Mustika lantaran pernikahannya adalah masalah pribadinya.

Bukan masalah atau sesuatu yang harus dipublish, jadi konsumsi masyarakat banyak.

“Iki merasa harus ada yang ditutupi, dan enggak semua harus dipublish juga,” ujar dia[]

Leave a Reply