Ridwan Kamil Minta 27 Kepala Daerah di Jabar Siaga, Kenapa ya?


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Humas Pemda Provinsi Jawa Barat)

jabarnetwork.com, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat meminta kepada seluruh kepala daerah di 27 kabupaten dan kota mengawasi destinasi-destinasi wisata di daerahnya masing-masing.

“Saya titipkan jangan mudik jangan piknik itu kita kumandangkan, khususnya pariwisata juga dikendalikan. Jadi, kita pastikan tetap siaga,” tutur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam siaran pers Humas Pemda Provinsi Jawa Barat yang diterima JBN, Bandung, Kamis 13 Mei 2021.

Selain diminta siaga dan aktif melakukan pengawasan di titik destinasi wisata di daerah masing-masing.

Dua puluh tujuh (27) kepala daerah di Jawa Barat pun diminta Ridwan Kamil untuk tetap melakukan pengawasan setelah lebaran Idul Fitri 2021.

Terutamanya, pengawasan arus balik. Termasuk pengawasan terhadap penyekatan-penyekatan yang dilakukan di kabupaten dan kota di Jawa Barat, arus logistik saat penerapan penyekatan.

“Arus balik ini membawa potensi virus, lakukan tes untuk pemudik. Saya titip logistik penyekatan,” imbau dia.

Ridwan Kamil Ajak Warga Jabar Patuhi Prokes Saat Bersilaturahmi

Disisi lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengimbau masyarakat Jabar untuk tetap wajib disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat bersilaturahmi.

Meski begitu, ia menyarankan masyarakat Jawa Barat untuk mengganti silaturahmi secara langsung dengan daring. Baik melalui video call maupun pesan singkat.

Memang dipahami kata Ridwan Kamil, saat perayaan Idul Fitri 2021 masyarakat memiliki tradisi bersalam-salaman dan saling mengunjungi keluarga.

Tetapi, demi mencegah meluasnya penyebaran kasus Covid-19, sebisa mungkin silaturahmi langsung diganti dengan daring.

“Saya (juga) minta masyarakat Jawa Barat tidak berkerumun saat bersilaturahmi, termasuk untuk tidak berkerumun saat berwisata,” imbau Ridwan Kamil.

“Pada dasarnya karena suasana pandemi. Jadi silaturahmi silahkan, tapi tetap dengan protokol kesehatan. Kalau ada kerumunan tolong dihindari karena selama lebaran kerumunan terjadi di tempat keramaian wisata dan lain-lain,” tegasdia. 

Apabila masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan lanjut dia mengatakan, pihaknya optimis lonjakan kasus Covid-19 saat lebaran Idul Fitri 2021 ini dapat dihindari.

“Saya berharap dengan ikhtiar bersama-sama dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, pandemi akan segera berlalu,” harap dia.

“InsyaAllah doakan lancar pengendalian Covid-19, lancar vaksinasi sehingga 2022 saya berdoa betul agar mudik bisa normal kembali, salat Idul Fitri bisa normal kembali, dan tetap produktif kembali bekerja seperti sediakala setelah lebaran selesai,” ujar dia[]

Leave a Reply