Respon DPRD Jabar Terkait Konflik Nikita dengan Rizieq

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat Haru Shuandharu (kiri) .

jabarnetwork.com, Konflik buntut dari saling sindir, saling berbalas ujaran antara Nikita Mirzani dengan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shibab dan para pengikutnya yang tengah ramai direspon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat Haru Shuandharu, konflik yang tengah ramai tersebut kemungkinan besar dimanfaatkan oleh pihak tertentu agar suasana semakin panas dan tidak nyaman.

“Boleh jadi ini disengaja untuk dimanfaatkan agar suasana semakin tidak nyaman. Saya kira sudah jelas pihak-pihak mana saja yang harus bertanggung jawab (atas tindakan masing-masing dari saling berbalas ujaran dan sindiran). Sudah ada pemanggilan juga kan dari pihak kepolisian. Intinya jangan memprovokasi,” tuturnya, Bandung,  Rabu 18 November 2020.

Agar konflik tersebut tidak semakin serius hingga meluas, kata Haru yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKS Jawa Barat ini meminta pemerintah berinisiatif untuk meredakan situasi, konflik antara Nikita Mirzani dengan Rizieq Shibab dengan mempertemukan mereka, mempertemukan kedua belah pihak yang berkonflik.

“Jangan biarkan masyarakat menyelesaikan masalahnya sendiri. Nikita Mirzani dibela Pelawak Bintang Emon dan Denny Siregar, begitu pun sebaliknya. Rizieq Shibab dibela FPI dan pecinta ulama dan sebagainya, terus saja begitu tak pernah ada ujungnya. Kalaupun ada niat baik untuk menyelesaikan konflik, maka sila saling bertemu. Kalau tidak ada niat baik ya baiknya diselesaikan saja dengan hukum (tanpa ada upaya perdamaian antara kedua belah pihak),” harap dia.

Ini lagi komentar di media sosial yang lebih banyak memprovokasi kata Haru mengatakan, ia meminta semua kelompok baik di kubu Nikita Mirzani atau Rizieq Shibab dan masyarakat lainnya untuk bisa menahan diri dengan berkomentar secara bijak. Jangan berkomentar di media sosial yang memprovokasi, membuat suasana bertambah tidak nyaman.

“Mohon ketika berkomentar di media sosial bijak, jangan memprovokasi jadinya semua nambah repot (panas, tidak nyaman), jadi kacau. Anies dipanggil, Kapolda diberhentikan lantas apa lagi. Mari menahan diri jangan memprovokasi,” pinta dia.

Ujaran yang diduga menghina ulama yang dilakukan Nikita Mirzani, begitupun sebaliknya respon pecinta ulama, FPI dan sebagainya tambah Haru kalau bisa jangan diakhiri saling lapor. Eloknya saling bertemu untuk menyelesaikan konflik tersebut, demi kondusifitas.

“Saya juga titip, ulama itu harus dimuliakan, jangan coba-coba menghina ulama, jangan juga memprovokasi. Kalau ada komentar yang sangat menjengkelkan di media sosial tanggapi dengan bijak, dan terakhir hormati ulama, dan sesama,” pinta Haru[]

Leave a Reply