Rekam Jejak Ade Barkah Surahman dan Siti Aisyah Tuti Handayani, Tersangka Baru Kasus Suap Indramayu


Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar periode 2019-2024 Ade Barkah Surahman (Foto: Instagram @adebarkahsurahman)

jabarnetwork.com,  Akhirnya Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) periode 2014-2019 dan 2019-2024, Ade Barkah Surahman alias ABS ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan suap bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017 sampai 2019.

Penetapan tersangka tersebut disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta dan disiarkan secara daring salah satunya melalui kanal Instagram @official.kpk, pada Kamis 15 April 2021.

Ade Barkah Surahman ditetapkan sebagai tersangka, karena dugaan kuat turut menikmati aliran duit suap sebesar Rp750 juta yang langsung diberikan terdakwa Carsa AS (pihak swasta).

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK, ABS atau Ade Barkah Surahman menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Jabar yang kini digantikan oleh TB Ace Hasan Syadzily (Plt).

Diketahui, Ade Barkah Surahman lahir di Garut 25 Desember 1967. Politisi senior Partai Golkar lahir dari pasangan Syahrudin seorang purnawirawan TNI dan Ooy Rohayati. ABS atau yang akrab disebut Kang Ade menikah dengan Nina Siti Aisyah dan memiliki 3 orang anak yakni Isfhan Taufik Munggaran, Alyani Hidayati Sekarukmi dan Zulfikar Jembar Panalar.

Di Cianjur, Ade Barkah Surahman dikenal sebagai tokoh masyarakat. Dirinya dikenal sebagai sosok yang aktif berorganisasi di bidang kepemudaan, olahraga dan sangat aktif di dunia politik.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Cianjur, Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur periode 2006-2011 dan Ketua Umum Pengda PSSI Kabupaten Cianjur Periode 2007-2012.

Sebelum menjadi Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ade Barkah Surahman menjadi anggota DPRD Kabupaten Cianjur. Saat ini ABS tinggal di Jl. Raya Pacet, Kelurahan Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.


Mantan Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar periode 2014-2019 Siti Aisyah Tuti Handayani (Foto: facebook @drsitiaisyahtutihandayani)

Siti Aisyah Tuti Handayani

Selain Ade Barkah Surahman, Siti Aisyah Tuti Handayani atau (SAT) politisi perempuan asal Partai Golongan Karya (Golkar) pun bernasib sama seperti Ade Barkah Surahman. Dirinya turut ditetapkan dan ditahan KPK.

Siti Aisyah Tuti Handayani ditahan KPK, karena diduga kuat turut menikmati uang suap dalam kasus tersebut mencapai Rp1,50 miliar. Tak seperti koleganya Ade Barkah Surahman, uang suap yang diterima Siti Aisyah Tuti Handayani justru diberikan Carsa AS melalui Abdul Rozak Muslim atau ARM.

Untuk diketahui Siti Aisyah Tuti Handayani lahir di bekasi pada 22 juli 1979 (42 tahun). Ia merupakan anak dari pasangan Akhmad Zurfaih HR (mantan Wali Kota Bekasi tahun 2003) dengan Muslimah.

Siti Aisyah Tuti Handayani lulusan SDN Jatiasih 15 juni 1991, Smp Negeri 1 Bekasi pada 6 juni 1994, SMU Negeri 2 Bekasi 5 juni 1997, dan S1 di Universitas Padjajaran pada 5 maret 2003, S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia di 2005, dan S3 di Universitas Padjajaran.

Rekam jejak Siti Aisyah Tuti Handayani, diketahui ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pk Partai Golkar Kecamatan Jatiasih pada 2003-2004, Ketua KPPG Partai Golkar Kecamatan Jatiasih pada 2003-2008, Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Jatiasih pada 2004-2008, Anggota Dprd Kota Bekasi Fraksi Golkar pada 2004-2009, Anggota Dprd Provinsi Jabar Periode 2014-2019, Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Muslimah, Pembina Dkm Al-Muaz Azazid, Ketua Yayasan Al-Muslimah, Bendaraha Pemuda Pancasila, dan Ketua Srikandi Pemuda Pancasila, Serta Ketua Knpi Kota Bekasi.

Dari data Universitas Winaya Mukti, diketahui Siti Aisyah Tuti Handayani saat ini adalah sebagai dosen tetap dengan status aktif di Universitas Winaya Mukti. Ia mengajar untuk Program Studi Manajemen. Ia pun dikabarkan sebagai salah satu Komisaris Bank BJB Syariah[]

Leave a Reply