Ramai Kabar Santri dapat Dispensasi Mudik, Kang Uu Sesalkan Disinformasi Timbulkan Kecemburuan Sosial


Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (tengah) (Foto: Humas Pemda Provinsi Jawa Barat)

jabarnetwork.com, Panglima Santri yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyesalkan disinformasi di media sosial mengenai pengecualian atau dispensasi santri dalam aturan mudik lebaran tahun ini.

Menurut Uu Ruzhanul Ulum, isu dispensasi para santri termasuk disinformasi mengenai isu tersebut sangat berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial.

“Kami menyesalkan banyak informasi di medsos beredar, seolah memperbolehkan mudik, seolah presiden bicara. Kalau enggak baca beritanya, jadi seolah membolehkan, padahal tidak,” tutur dia dalam siaran pers Humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diterima jbn,  Jakarta, Rabu 28 April 2021.

Pernyataan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin terkait dispensasi mudik bagi santri  yang tengah ramai tersebut baru bersifat usulan.

Sampai saat ini pun lanjut Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, belum ada aturan tertulis baru terkait polemik dispensasi para santri dalam aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021 dari Pemerintah Pusat.

“Belum ada aturan baru dari pemerintah soal larangan mudik. Artinya, santri juga harus mengikuti aturan tersebut,” tegas Uu.

“Kami fatsun kepada pemerintah pusat. Selagi belum ada aturan baru. Kami tetap menggunakan aturan konsep lama, artinya tetap dilarang mudik,” ucap Uu.

Oleh karena itu, sebagaimana aturan larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021. Ia pun melarang

para santri khususnya di Jawa Barat untuk mudik.

“Menegaskan tidak ada dispensasi bagi santri pada masa aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021,” tegas dia.

Biar Bisa Mudik,  Panglima Sarankan Ini

Agar para santri di Jawa Barat masih bisa tetap mudik, Uu Ruzhanul Ulum menyarankan para santri mudik lebih awal sebelum aturan larangan mudik tersebut diberlakukan.

“Sebelum tanggal 6 Mei 2021, pengelola pesantren mulai memikirkan kepulangan santri dari sekarang. Apalagi sebelum tanggal 6 Mei, yang diberlakukan Pemda Provinsi Jabar barulah pengetatan mudik,” kata Uu.

Bisa mudik tetapi pulang lebih awal dengan syarat- syarat tertentu jelas dia, misalkan negatif Covid-19 berdasarkan rapid antigen, GeNose atau PCR ataupun syarat- syarat umum lainnya selama masa pandemi.

 “Jadi santri yang mau pulang silakan sebelum tanggal 6 Mei, tapi sertakan surat keterangan bebas COVID-19,” ucap dia.

Sebelumnya, ramai kabar para santri mendapatkan dispensasi pada masa aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Hal ini berawal dari usulan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sebelumnya banyak menerima keluhan dari para ulama pimpinan pondok pesantren.

Usulan dispensasi bagi para santri dalam larangan mudik tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amien. Hingga, wakil presiden mengeluarkan pernyataan yang meminta para santri mendapatkan dispensasi.

Meski akhirnya pernyataan wakil presiden tersebut dianulir melalui juru bicaranya Masduki Baidlowi karena berujung polemik[]

Sumber:

Siaran pers Humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat

Leave a Reply