Ramadan dan Idul Fitri, JNE Proyeksikan Pengiriman Naik 30-70%

Presiden Direktur JNE  M. Feriadi (tengah) bersama pejabat lainnya dari PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) pusat maupun perwakilan Jawa Barat saat peletakan batu pertama pembangunan station atau hub Bandung di Jl Soekarno Hatta, Mekar Surya, Panyileukan Bandung Jumat (22/3).

jabarnetwork.com-PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memproyeksikan pengiriman paket selama bulan Ramadan sampai puncaknya di Idul Fitri 2019 akan tumbuh sekitar 30% hingga 70%.

“Setiap tahun selama ramadan sampai Idul Fitri paket pengiriman JNE selalu naik antara 30% atau 50% sampai 70%, dan biasanya terjadi pada puncaknya pada 2 minggu sebelum Idul Fitri,” tutur Branch Manager JNE Bandung, Iyus Rustandi di Bandung, Selasa (7/05/2019).

Dari hasil evaluasi satu bulan sebelumnya, untuk mengantisipasi banyaknya jumlah paket pengiriman terutama pada high season, JNE sudah menyiapkan penambahan kapasitas operasional. Seperti, armada yang sudah ditambah, termasuk dengan SDM-nya pun akan ditambah.

“Tak hanya itu, operasional seperti IT (Information Technology) sudah dipersiapkan oleh JNE agar server tak down mengingat pengiriman meningkat begitupun akses terhadap server JNE khususnya tracking paket,” kata dia.

IT sangat diperhatikan oleh JNE tambah Iyus Rustandi, karena demi peningkatan pelayanan kesemua titik selaam 24 jam. Terutama dua minggu sebelum lebaran biasanya akan terjadi lonjakan pengiriman paket.

“Kita sudah persiapkan semuanya, armada, SDM , IT dan semua operasional lainnya agar pelayanan kita prima tidak sampai mengecewakan customer,” tambahnya.

Optimis Naik Meski Tarif Kompetitif

Sementara itu, Head of Regional Jawa Barat  PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Murah Lestari menambahkan,  pihaknya optimis terhadap peningkatan paket pengiriman selama ramadan terutama Idul Fitri meskipun belum lama ini JNE menaikan tarif 19% khusus diluar Jabodetabek termasuk Bandung.

“Memang dari hasil evaluasi tahun sebelumnya, rata-rata kenaikan sekitar 30 sampai 70%, dan itu selalu terjadi,” tambahnya.

Pengaruh kenaikan tarif JNE tersebut diprediksikan tidak akan mempengaruhi pertumbuhan JNE selama ramadan dan Idul Fitri yang rerata naik 30%. Sebab, kenaikan yang dilakukan JNE dinilai tak terlalu progresif.

“Kenaikan kita tak terlalu agresif, realita tarif memang harus dinaikan. Kenaikan tersebut tidak akan mempengaruhi JNE, “ tutup dia.

Leave a Reply