Potensi Zakat di Jabar Capai Rp80 Triliun, Nilainya Diklaim Bisa Atasi Persoalan Sosial


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat membayar zakat melalui Baznas Jabar di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat 30 April 2021 (Foto: Humas Pemda Provinsi Jawa Barat)

jabarnetwork.com, Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan, potensi zakat  nasional besar bisa mencapai Rp400 triliun.

Sedangkan di Jawa Barat kalau dihitung-hitung berpotensi mencapai Rp80 triliun.

Apabila angka tersebut terkumpul dan tersalurkan dengan baik, maka persoalan sosial di masyarakat dapat teratasi.

“Masih banyak kaum duafa yang harus dibantu, mari kita bela negara dengan membayar zakat sekaligus beribadah,” imbau dia dalam dalam siaran pers Humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diterima JBN,  Jakarta, Sabtu 1 Mei 2021.

Oleh sebab itu, ia pun mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah lainnya di 27 kabupaten dan kota untuk menyerahkan zakat mal agar menjadi contoh teladan bagi masyarakat.

“Semoga ini memotivasi pejabat-pejabat dan ASN termasuk masyarakat umum untuk berlomba-lomba membayar zakat,” kata dia.

Menurut dia, pembayaran zakat bisa dilakukan di Baznas sebagai badan resmi yang satu frekuensi dengan pemerintah dalam pembangunan.

“Kami punya Baznas yang resmi dan satu frekuensi dalam pembangunan bisa dijadikan pintu utama dalam penyerahan zakat di Jabar,” ujar dia.

Presiden Hingga Gubernur Serahkan Zakat Lewat Baznas

Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil menunaikan pembayaran zakat mal kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar.

Ijab kabul zakat berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat 30 April 2021.

“Saya hari ini seperti yang dilakukan Pak Presiden di Istana beberapa waktu lalu melakukan penyerahan zakat mal kepada Baznas,” tambah dia.

Penyerahan zakat mal ini merupakan tindak lanjut dari gerakan cinta zakat nasional yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo pada 15 April 2021 lalu.

Usai pembayaran zakat, ia pun menandatangani surat keputusan Gubernur untuk memulai pembangunan klinik kesehatan khusus untuk lansia.

Layanan kesehatan yang akan diberi nama klinik Inggit Garnasih ini dibangun tanpa menggunakan dana APBD, tetapi dari pemanfaatan zakat, infak, sodaqoh yang dihimpun Baznas Jabar.

“Hari ini saya juga menandatangani surat keputusan dimulainya pembangunan klinik khusus lansia yang diberi nama klinik Inggit Garnasih. Ini murni tanpa APBD, bekerjasma dengan Baznas Jabar,” tegas dia.

Pembangunan klinik tersebut diinisiasi oleh keinginan keluarga Inggit Garnasih yang diberikan amanat untuk membangun pusat layanan kesehatan bagi lansia[]

Leave a Reply