Polemik Pin Emas, Anggota Dewan PKS Pilih Akan Mengembalikan

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS Haris Yuliana

jabarnetwork.com, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS Haris Yuliana tegas menolak pemberian pin emas, dan berjanji akan mengembalikannya langsung kepada Sekretaris Dewan DPRD Jawa Barat.

“Saya lebih baik mengembalikannya nanti, karena kalau di tolak itu sudah dianggarkan dan sudah diputuskan. Saya memilih untuk lebih baik tidak akan menerimanya (menolak), mengembalikannya,” tuturnya saat ditemui di ruangannya DPRD Jawa Barat Bandung, Jumat (23/08/2019).

Alasanya jelas Haris, hal yang paling mendasar adalah karena prinsip ajaran agama Islam melarang laki-laki menggunakan perhiasan dari emas, dan  pin emas merupakan perhiasan. Sehingga secara otomatis dirinya tak bisa menggunakan pin emas tersebut.

“Kan ada aturannya laki-laki di Islam itu tak boleh menggunakan perhiasan emas, itu ajaran yang saya pahami. Jadi, kalaupun menerima tak akan terpakai juga bagi saya,” jelas Haris.

Kalaupun mau menerima terus dilebur terang dia, esensi kenang-kenangannya akan hilang karena pin emas itu berbentuk lambang dewan. Jadi, untuk menghindarinya (kesia-sian) lebih baik tidak menerimanya atau dikembalikan saja.

“Selain itu, alasan menolak pin emas tersebut karena sebenarnya nilai 5 tahun mengabdi sebagai anggota dewan dengan 5 gram pin emas tak sebanding. Saya justru menilai biarlah karya atau apa yang sudah kita kerjakan itu dilihat dari historinya saja (terekam dan dirasakan oleh masyarakat),” terang dia.

Harus Masuk Kas Daerah

Haris pun menambahkan, pin emas yang akan dikembalikannya nanti dan kemungkinan besar akan ada anggota dewan lain yang akan mengembalikan pin emas tersebut diharapkan akan dikembalikan Setwan DPRD Jawa Barat dan masuk menjadi kas daerah.

“Harus jadi kas daerah. Mekanismenya mau dijual lagi ya terserah Setwan nanti. Mekanismenya pengembalian menjadi kas daerah silahkan diawasi semua pihak. Berapa yang mengembalikan dan kemana nanti akhirnya,”tambah dia.

Sikap memilih menolak dan mengembalikan pin emas tersebut kata Haris, merupakan sikap personal dirinya tidak membawa lembaga atau Fraksi PKS. Mengingat urusan mengembalikan pin emas atau menerimanya tergantung dengan pilihan sikap personal masing-masing.

“Sikap yang saya pilih ini bukan atas nama lembaga atau PKS. Ini personal, silahkan tanya anggota lain (asal PKS) dan fraksi manapun apakah akan mengembalikan atau menerimanya,” kata dia.

Leave a Reply