PKB Berharap Jabar Juara Lahir Batin Tak Sekedar Slogan

Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar sekaligus menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB Jabar, Oleh Soleh bersama Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (www.sahabatolehsoleh.com)

JabarNetwork-Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar, Oleh Soleh berharap cita-cita Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang ingin mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin tak sekadar slogan semata. Begitu pun dengan berbagai program yang banyak dilauching diharapkan berkelanjutan tak sekedar bagus di awal.

“Kita sangat berharap Jabar Juara Lahir Batin jangan jadi slogan saja, tetapi bisa benar-benar terwujud. Tetapi kalau melihat apa yang dilakukan gubernur dan wakil gubernur program bagus diawal kelanjutan gimana,” tuturnya di Bandung, Jumat (4/01/2019).

Menurut Oleh, pasca launching berbagai program yang dilakukan Ridwan Kamil dan  Uu Ruzhanul Ulum dirinya masih menemukan keluhan dari masyarakat selama menjaring aspirasi masyarakat di 8 titik di Dapil XII Garut, Kota Tasikmalaya, Kabubaten Tasikmalaya.

“Misalkan terkait infrastruktur seperi jalan-jalan kecamatan lintas kabupaten itu cukup parah sekali. Mereka ingin segera mendapat perhatian dan menagih janji gubernur yang dipilihnya, mudah-mudahan langsung ditindaklanjuti,” katanya.

Selain itu jelas Uu, ditengah-tengah banyaknya program yang dibuat Pemerintah Provinsi Jabar, masyarakat banyak yang bertanya tentang janji politik Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul yang akan membuat Program Jamu atau Jalan Mulus yang banyak diekspos gubernur.

“Banyak masyarakat menanyakan Program Maju kapan masuk ke daerah mereka,” jelas Uu.

Disamping itu, Oleh pun mempertanyakan soal pendanaan Program Jamu atau Jalan Mulus tersebut. Apakah APBD, DAK atau CSR dan bentuk pendanaan lainnya. Termasuk juga dengan apakah program ini akan segera direalisasi atau seperti ini. Hal ini masih belum jelas, dan belum ada penjelasan dari Pemprov Jabar.

“Khusus untuk Tasikmalaya meminta keseriusan untuk otonomi baru, karena salah satu program Kang Emil adalah Otonomi Baru. Masyarakat menanyakan keseriusannya sampai sejauh mana, warga banyak menanyakan hal itu,” pungkas Oleh.

Warga Menanyakan Program Meningkatkan Kesejahteran

Kemudian dibidang ekonomi. Masyarakat pun banyak menanyakan soal program peningkatan kesejahteraan bagi warga miskin yang pernah dijanjikan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum

“Tentunya masyarakat juga merasakan beban hidup yang berat dengan harga-harga yang cukup mahal hari ini. Mereka meminta keseriusan juga soal satu desa satu usaha ini realisasinya seperti apa,” ujar Oleh.

Apakah hal tersebut akan ditindaklanjuti oleh  BPMPD karena diserahkan ke BPMPD rasanya banyak persoalan. Tetapi program ini menjadi salah satu program yang dinanti warga demi meningkatkan kesejahteran mereka.

Tak luput hal yang ditanyakan pula oleh warga adalah soal desa digital. Semua masyarakat menyambut baik akan program tesebut. Tetapi sampai saat ini desa digital tersebut belum sampai ke desa mereka. Tentunya mereka langsung mempertanyakan realisasinya bagaimana.

“Kalau sudah ada anggarannya kan tinggal direalisasikannya ini tidak menjadi masalah, tapi yang menjadi masalah belum sampai ke beberapa desa. Begitu pun dengan program satu desa satu usaha, Program Jamu (jalan Mulus), kemudian DOB,” keluh Oleh.

Sementara itu disektor kesehatan, Oleh menuturkan bagaimana Provinsi memperbanyak rumah sakit rujukan dari Kab/Kota minimal dari empat arah mata angin.

“Syukur-syukur kalau ada per Dapil per wilayah Timur, Utara, Barat dan Selatan itu,” katanya.

Untuk bidang pendidikan formal pun tak luput dari pertanyaan masyarakat, utamanya adalah guru-guru honorer minta kejelasan dan kepastian. Sedangkan untuk guru non formalnya, guru-guru madrasah, ajengan-ajengan mereka juga minta perhatian secara khusus.

“Terkait guru honorer itu pada intinya mereka ingin sejahtera, soal mereka masuk PNS itu hanya jaminan pada intinya muaranya ingin sejahtera , tidak jadi PNS juga yang penting sejahtera,” tutup dia

Leave a Reply