Pesantren di Tasikmalaya Bakal Ekspor Udang Vaname ke 3 Negara Asia

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji.

jabarnetwork.com, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji menyampaikan, berkat One Pesantren One Product atau OPOP pesantren di Tasikmalaya binaan Dinas KUK Jabar bakal ekspor udang vaname ke 3 negara Asia sekaligus.

Tiga negara Asia yang dimaksud  yakni, negara Malaysia, Taiwan, dan Singapura

“Pesantren binaan Dinas KUK Jabar melalui program OPOP dalam waktu dekat akan mengekspor udang Vaname ke beberapa negara Asia,” tutur Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji dikutip JBN dari siaran pers Humas Pemda Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jumat 28 Mei 2021.

Sampai saat ini lanjut Kusmana mengatakan, Dinas KUK Jawa Barat bersama pesantren di Tasikmalaya dan calon pembeli dari 3 negara tersebut masih terus berkomunikasi.

“Untuk terus memastikan pelaksanaan ekspor udang vaname tersebut,” kata Kusmana.

Rencananya ekspor akan dilakukan pada Juli 2021,  usai panen raya udang vaname di Juni 2021.

Menurut Kusmana, dari beberapa pesantren yang ada di Jawa Barat baru di pesantren di Tasikmalaya yang mengekspor udang vaname ini.

“Budidaya udang vaname ini dibudidaya pesantren di Tasikmalaya. Akhir Juni ini sudah panen dan awal Juli bakal ekspor,” ucap dia.

Tak hanya pesantren di Tasikmalaya yang bakal melakukan ekspor. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat pun menargetkan semua pesantren di Jabar yang mengikuti program OPOP mampu berproduksi untuk ekspor.

“Pesantren di Jabar yang ikut Opop, kita targetkan untuk mampu berproduksi untuk ekspor,” harap dia.

Ke depan, 5 pesantren di Jabar harus bisa ekspor berbagai jenis komoditas.  Seperti yang akan dilakukan pesantren di Tasikmalaya  yang mampu mengekspor udang Vaname.

“Semua pesantren ikut OPOP ditargetkan mampu memasarkan produknya tak hanya di pasar lokal, tetapi sampai ke pasar global,” harap Kusmana.

Tak hanya target ekspor, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat pun memiliki target lain dari OPOP ini.

Pada tahun ini (2021), Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kembali menargetkan kurang lebih 1.000 pesantren baru lolos program OPOP.

“Saat ini yang sudah mendaftar mencapai 1.600-an dan akan dilakukan seleksi, ditargetkan ada 1.000 pesantren yang lolos (OPP),” ujar Kusmana.

Agar bisa lolos program OPOP, Kusmana mendorong semua pesantren yang ada di Jawa Barat segera memiliki nomor statistik pondok pesantren (NSPP).

Lantaran NSPP ini sebagai salah satu syarat bisa mengikuti program OPOP yang digagas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

Saat ini baru 8.264 pesantren yang sudah memiliki NSPP. Sisanya kurang lebih masih ada 12 ribu pesantren yang belum memiliki NSPP[]

Leave a Reply