Persis dan NU Tetapkan 1 Syawal 1422 H atau Idul Fitri 2021 Jatuh pada 13 Mei 2021


Sekretaris Umum PP Persis, Haris Muslim ( Foto: dokumen pribadi Sekretaris Umum PP Persis, Haris Muslim)

jabarnetwork.com, Organisasi masyarakat Persatuan Islam (PP Persis) dan Nahdlatul Ulama menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1422 Hijriah NU dan Persis sama seperti pemerintah. Artinya tidak ada perbedaan hari dalam merayakan Idul Fitri di 2021 ini.

Menurut Sekretaris Umum PP Persis, Haris Muslim berdasarkan almanak Persis 1442 Hijriah.  Hasil perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat PP Persis yang merujuk kepada metodologi perhitungan hisab imkan ru’yah atau kriteria astronomi.

Sesuai dengan hasil musyawarah bersama Tasykil PP Persis Dewan Hisbah dan Dewan Hisab Rukyat PP Persis pada 20 Maret 2021.

“Maka ditetapkan ijtima akhir Ramadhan 1422 H terjadi pada Rabu 12 Mei 2021, pukul 1.59 WIB,” tutur dia dalam siaran pers PP Persis yang diterima JBN, Bandung, Selasa 11 Mei 2021.

Artinya lanjut dia mengatakan, Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021. 

Penetapan tersebut berdasarkan hasil pemantauan di wilayah Indonesia saat magrib, beda tinggi bulan-matahari antara 50 0128” sampai dengan 60 45’ 03”, dan jarak elongasi bulan-matahari antara 50 1641” sampai dengan 60 4505”.

Khusus di Pelabuhan Ratu beda tinggi bulan-matari 60 0540” dan jarak elongasi bulan-matari 60 19’ 12”.

“Rabu 12 Mei 2021, secara hisab saat magrib (malam kamis)  di wilayah Indonesia hilal sudah bisa terlihat. Maka,1 Syawal 1442 H ditetapkan pada Kamis, 13 Mei 2021,” ujar dia.

Hal senada disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj. Ia menyampaikan Idul Fitri, 1 Syawal 1422 H jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

“Awal bula Syawal tahun 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021 Masehi,” tutur dia seperti dikutip JBN dari nu.or.id, Bandung, Selasa 11 Mei 2021.

Menurut dia, penetapan yang dilakukan NU tersebut berdasarkan atas rukyatul hilal Lembaga Falakiyah (LF) PBNU yang tidak berhasil melihat hilal pada Selasa, 11 Mei 2021, atau bertepatan dengan 29 Ramadhan 1422 H.

“Karenanya, Ramadhan 1422 H diberlakukan istikmal, digenapkan menjadi 30 hari,” kata dia.

LF PBNU melaksanakan rukyatul hilal di 49 titik di seluruh Indonesia guna memenuhi metode penetaan awal bulan kalender Hijriyah. Pelaksanaan rukyatul hilal ini tetap disiplin protokol kesehatan yang telah disusun LF PBNU.

“Sehingga mobilitas kerumunan massa dibatasi,” ujar dia.

Sekretaris LF PBNU Nahari Muslih menambahkan, semua titik rukyatul hilal diseluruh Indonesia tidak dapat hilal. Dari Papua sampai Pelabuhan Ratu kondisi cuaca ada yag cerah, mendung, hujan.

“Tapi, yang pasti semua tidak bisa melihat hilal,” kata dia[]

Leave a Reply