Penunggak Pajak Kendaraan alias KTMDU Tinggi di Jawa Barat, Begini Kata Thoriqoh Nasrullah Fitriyah

Thoriqoh-Nashrullah-Fitriyah */Fitri Rachmawati/

JABARNETWORK|BANDUNG  –– Thoriqoh Nasrullah Fitriyah, anggota DPRD Jawa Barat asal Partai Amanat Nasional PAN angkat bicara terkait tingginya penunggak pajak kendaraan alias Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang  (KTMDU).

Masih tingginya KTMDU di Jawa Barat, Thoriqoh Nasrullah Fitriyah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar melakukan beberapa hal.

Pertama, Bapenda Jawa Barat diminta kembali gencar melakukan pemutihan pajak. Kedua, Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat wajib masif mensosialisasikan soal taat membayar pajak.

“KTMDU tinggi, harus lebih gencar lagi melakukan pemutihan pajak. Potensi pajak dari KTMDU ini harus dikejar,” kata Thoriqoh Nasrullah Fitriyah, Bandung Selasa, 13 Desember 2022.

Terkait sosialisasi jelas politisi asal Partai Amanat Nasional, sosialisasi taat pajak harus dengan metode efektif atau cocok yang bisa mengubah perspektif masyarakat terkait pajak. Dari yang kurang menjadi taat pajak.

Disamping itu, ia pun mendorong Badan Pendapatan Daerah Jabar menciptakan inovasi agar masyarakat taat pajak. Sehingga angka KTMDU semakin berkurang setiap tahunnya.

“Pemerintah Provinsi Jabar (Bapenda Jabar) seharusnya bisa melakukan inovasi baru agar KTMDU ini bisa berkurang,” pinta dia.

“Harus ada inovasi baru agar masyarakat mau bayar pajak, ini yang harus ditekankan,” sambung dia.

Kemudian, soal program pemberian hadiah bagi masyarakat yang taat pajak tambah dia, pihaknya meminta Badan Pendapatan Daerah Jabar terus melakukan program pemberian hadiah tersebut.

Pemberian hadiah dinilai efektif untuk mendorong atau menarik masyarakat taat membayar pajak kendaraannya.

“Program pemberian hadiah itu bagus, sebelumnya ada hadiah umrah dan lainnya, itu bisa dilakukan terus,” tambah dia.

Untuk diketahui, Badan Pendapatan Daerah Jabar mencatat angka KTMDU selama September 2022 tembus diangka 4.7 juta lebih atau 4.794.681.

Jumlah penunggak pajak tersebut menyebar di seluruh wilayah Jabar. Namun terbesar di Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi serta Kota Bekasi. ***

Leave a Reply