Pengawasan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, KPPU Ungkap Belum Menemukan Praktek Monopoli


Saat KPPU menyampaikan hasil pengawasan (dokumen pribadi KKPU)

jabarnetwork.com, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum lama ini telah melakuka pengawasan harga bahan-bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 di seluruh wilayah Indonesia.

Pengawasan dilakukan guna mencegah potensi pelanggaran Undang-undang No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Menurut Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU, Taufik Ariyanto dari hasil pengawasan yang dilakukan KPPU tersebut.

KPPU tidak menemukan pelanggaran terhadap Undang-undang No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Selain itu, fluktuasi atau naik turun harga bahan-bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 yang terjadi dinilai masih wajar.

“Selama proses pengawasan, KPPU menyimpulkan bahwa fluktuasi harga komoditas bahan pokok masih dalam tataran wajar, dan belum ditemukan adanya potensi pelanggaran persaingan usaha dalam penjualan tersebut,” tutur dia dalam siaran pers KPPU yang diterima JBN,  Bandung,  Jumat, 7 Mei 2021.

Fluktuasi harga masih terjadi pada komoditas daging sapi, ayam, dan cabai. Gejolak harga ini dipengaruhi oleh masa panen di beberapa bahan pokok.

“Dan meningkatnya permintaan konsumen selama satu bulan terakhir, terhadap bahan pokok jelang lebaran,” kata dia.

Selain itu, meningkatnya harga pangan juga disebabkan dari harga dasar sebelum importasi beberapa barang melonjak, serta panjangnya rantai pasok sampai ke konsumen akhir.

Adapun berdasarkan data pemerintah, KPPU mencatat, inflasi di pasar-pasar yang ada di Indonesia mencapai 0,58% selama periode pengawasan Januari hingga April 2021.

“Komponen kontributor inflasi paling besar berasal dari bahan makanan dan minuman, yakni sebesar 0,05%,” kata dia.

Kemudian, berdasarka data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyimpulkan pertumbuhan ekonomi di kuartal satu minus 0,74% (YoY) atau minus 0,96% (QoQ), dengan konsumsi rumah tangga selama kuartal satu tersebut masih minus 2,23%.

“Dalam pengawasan lapangan, KPPU menemukan bahwa terjadinya gejolak harga bahan pokok jelang lebaran cenderung dipengaruhi oleh distribusi yang mulai dilakukan pengetatan oleh Pemerintah,” jelas dia.

Kondisi tersebut dipengaruhi saat pemerintah resmi melakukan penyekatan keluar masuk orang di sejumlah wilayah yang dimulai pada tanggal 6 Mei 2021.

“Ke depan, KPPU akan tetap melakukan pengawasan atas perkembangan harga komoditas bahan pokok tersebut, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha yang terjadi tidak lama setelah Hari Raya Idul Fitri,” ucap dia.

KPPU pun sangat berharap dukungan setiap pihak untuk turut mengawasi berbagai kenaikan harga yang tidak wajar.

“Dan melaporkan ke KPPU, sehingga potensi pelanggaran persaingan usaha di berbagai komoditas bahan pokok dapat ditekan,” pinta dia[]

Leave a Reply