Pendaftaran 1 Juta PPPK untuk Tenaga Guru Segera Dibuka, Berikut Persyaratannya

jabarnetwork.com, Pemerintah akan membuka kuota 1 juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk guru honorer tanpa ada batas usia.

Bagi guru honorer yang sebelumnya ikut tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tetapi belum lulus, dipersilahkan untuk ikut kembali. Sebab, pemerintah memberikan kesempatan sampai 3 kali.

Bahkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mempersiapkan materi-materi pembelajaran bagi para guru honorer. Sehingga para guru honorer atau bukan bisa belajar mandiri.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, pembukaan kembali seleksi PPPK ini sebagai upaya pemerintah dalam menyelesaikan masalah kekurangan guru, kesejahteraan guru honorer di berbagai daerah.

“Kita memberikan kesempatan yang adil dan demokratis bagi semua guru honorer untuk bisa menjadi PPPK. Guru honorer tidak lagi harus antre menjadi PPPK, dan tidak ada batasan usia usia untuk ikut seleksi,” tuturnya yang dikutip jabarnetwork.com dari laman kemdikbud.go.id, Bandung Sabtu 13 Februari 2021.

Mantan bos Gojek ini pun mengingatkan, tidak ada guru atau guru honorer yang akan diangkat langsung menjadi PPPK berdasarkan rekomendasi maupun pertimbangan lama mengajar. Semua harus melalui proses seleksi untuk menjaga kualitas guru.

“Undang-Undang tidak memperbolehkan kita mengangkat PPPK dan PNS tanpa seleksi, dan kita buka sampai 1 juta (kuota) tapi kalau yang lolos seleksi hanya 100.000. Ya, 100.000 saja yang kita angkat menjadi PPPK. Tidak akan ada kompromi untuk kualitas pendidikan bagi anak-anak kita,” kata Nadiem.

Cara Pendaftaran

Berdasarkan seleksi PPPK tahun sebelumnya, mekanisme seleksi PPPK tahun ini pun dikabarkan akan sama seperti sebelumnya. Semua alur pendaftaran melalui sscasn.bkn.go.id, berikut alur pendaftaran dan persyaratannya;

  1. Pertama, membuat akun melalui laman sscasn.bkn.go.id.
  2. Lalu memilih menu PPPK atau langsung mengakses lama ssp3k.bkn.goi.d.
  3. Setelah itu registrasi dan mengisi data yang diperlukan diantaranya:
    a. Nomor ujian K-II (bagi honorer atau KII)
    b. Tanggal lahir
    c. Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK) atau NIK Kepala Keluarga.
    d. Alamat email yang masih aktif, kata sandi dan pertanyaan keamanan.
    e. Pas foto formal ukuran 120kb atau maksimal 200kb format JPG atau JPEG.
  4. Setelah itu, mencetak kartu informasi akun PPPK setelah berhasil mengisi data saat registrasi.
  5. Apabila seluruh data sudah terisi dan kartu informasi akun sudah cetak, bisa langsung login di laman SSP3K dnegan NIK dan kata sandi yang sudah didaftarkan sebelumnya.
  6. Setelah login, pendaftar akan diminta melengkapi data tambahan diantaranya;
    a. Swafoto sambil memegang KTP dan kartu informasi akun.
    b. Memilih jabatan yang akan dilamar
    c. Melengkapi daftar riwayat hidup
    d. Melengkapi biodata diri secara rinci
    e. Melengkapi riwayat pendidikan
    f. Mengunggah dokumen yang diperlukan sesuai dengan peryaratan instnasi tempat mendaftar.
    e. Terakhir memeriksa seluruh data yang sudah diisi.
    f. Kemudian mencetak kartu pendaftaran PPPK.
  7. Setelah semuanya sudah dilakukan pendaftar tinggal menunggu verifikasi data, dan menunggu pemberitahuan kelulusan tahapan administrasi.
  8. Jika pendaftar dinyatakan lolos seleksi tahap administrasi, pendaftar akan mendapatkan kartu ujian dan diminta dicetak untuk mengikuti saat ujian nanti.
  9. Jadwal ujian biasanya akan diberitahukan dalam laman sscasn.bkn.go.id.
  10. Setelah mengkitu ujian, pengumuman kelulusan akan diumumkan setelah seluruh proses tes dilaksanakan[]

Leave a Reply