Pasokan Daging Ayam Surplus, Fadli Zon Kritisi Nasib Peternak Kecil yang Kian


Anggota DPR RI asal Fraksi Gerindra Fadli Zon (Foto: Instagram @fadli zon)

jabarnetwork.com, Politisi asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Fadli Zon, mengkritisi surplus neraca produksi unggas salah satunya daging ayam tak membuat nasib para petani membaik justru malah merana.

Menurutnya, surplus neraca produksi unggas (daging ayam dan sebagainya) patut disyukuri, karena akhirnya Indonesia tak perlu impor daging ayam.

“Namun, disisi lain angka surplus yang besar juga perlu diberi catatan karena bisa jadi persoalan di baliknya,” tutur dia dalam cuitannya di Twitter yang dilansir jbn,  Jakarta, Jumat 30 April 2021.

Berdasarkan pantauan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) lanjut Fadli Zon mengatakan, kondisi melimpahnya pasokan daging ayam atau surplus produksi unggas ini justru membuat peternak kecil paling terpukul, karena kondisi tersebut membuat harga ayam terus tertekan.

“Kalau bicara harga ayam, jangan melihat harga daging ayam di pasar tradisional atau pasar modern. Sebab pasti mahal,” kata dia.

Tetapi, lihatlah berapa harga ayam di kandang atau farm gate yang diterima oleh para peternak. Harganya sudah pasti di bawah harga pasar.

Ironisnya, murahnya harga ayam dari peternak ini berbanding terbalik dengan mahalnya biaya produksi yang harus dikeluarkan, dibayarkan oleh para peternak kecil ini.

Seperti harga Day Old Chicken (DOC) atau bibit ayam yang harganya sangat mahal, dan terkadang pasokannya terbatas. Sehingga susah dicari oleh para peternak kecil. belum lagi biaya pakan ayamnya.

“Tiap tahun bahkan selalu terjadi kekurangan DOC, yang membuat harganya bisa mencapai Rp7.000 per ekor. Ini terjadi akibat buruknya manajemen stok pemerintah,” keluh dia.

Tak berbeda dengan DOC jelas dia, harga pakannya pun sangat mahal. Akibatnya, dipastikan biaya produksi peternak juga tinggi.

Sementara itu, harga jual farm gate yang diterima peternak justru rendah. Alhasil para peternak kecil justru merugi bukan untung.

“Tiga masalah ini yaitu, ketersedian dan harga DOC, pakan, dan harga jual (farm gate) harus dicarikan solusi permanennya agar tidak terus berulang setiap tahun,” jelas dia.

Oleh karena itu, Indonesia perlu grand design di sektor perunggasan untuk melindungi para peternak ayam, dan ekosistem bisnis para peternak tetap kondusif serta produksinya bisa berkelanjutan.

“Kebutuhan grand design perunggasan nasional ini cukup mendesak,” tegas Fadli Zon.

Jika tidak segera disusun, usaha peternakan ayam akan semakin terpuruk dan daging ayam impor akan segera membanjiri Indonesia[]

Sumber

Twitter @fadlizon

Leave a Reply