Panduan Salat Idul Fitri 2021, Kemenag Ingatkan Hal ini

jabarnetwork.com, Kementerian Agama RI mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat penyeberan kasus Covid-19 tergolong tinggi atau di zona merah dan orange untuk melakukan salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di rumah masing-masing.

Sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran No SE 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19.

Selain itu, dalam surat edaran tersebut disebutkan beberapa panduan salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid-19, diantaranya;

1. Salat di Masjid dan Lapangan Hanya untuk di Zona Hijau dan Kuning

Salat Idul Fitri 2021 dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya untuk wilayah yang aman dari Covid-19.

Wilayah yang dimaksud yakni, zona hijau dan kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

2. Wajib Disiplin Prokes

Kemudian, ketentuan lainnya yakni pelaksanaan salat Idul Fitri 2021 diwajibkan menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat diantaranya;

3.  Jemaah Tidak Boleh Melebihi 50%

Dalam panduan salat Idul Fitri 2021 disebutkan, salat dilakukan sesuai rukun salat dan khutbah Idul Fitri diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir.

Jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat, agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jemaah.

4. Wajib Dicek Suhu Badan

Lalu, panitia salat Idul Fitri pun dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu untuk memastkan para jemaah yang hadir dalam kondisi sehat.

5.  Lansia Sebaiknya Tidak Menghadiri Salat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan

Untuk para lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idul Fitri di masjid dan di lapangan.

6. Wajib Menggunakan Masker

Seluruh jemaah pun diwajibkan tetap menggunakan masker selama pelaksanaan salat Idul Fitri 2021, termasuk selama menyimak khutbah Idul Fitri di masjid atau di lapangan.

7. Khutbah dengan Singkat

Khutbah Idul Fitri yang dilakukan pun dianjurkan dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit.

8. Mimbar Menggunakan Pembatas

Disamping itu, dalam panduan disebutkan bahwa mimbar yang digunakan dalam salat Idul Fitri 2021 baik di masjid atau di lapangan harus dilengkapi dengan pembatas transparan antara khatib dengan para jemaah.

9. Hindari Saling Berjabat Tangan dengan Bersentuhan Fisik

Sesuai pelaksanaan salat Idul Fitri, jemaah harus segera kembali ke rumah dengan tertib, dan menghindari saling berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Tak hanya itu, Kementerian Agama RI pun mengingatkan agar panitia salat Idul Fitri sebelum menggelar salat di masjid dan lapangan agar berkordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas penanganan Covid-19dan unsur keamanan setempat.

Hal ini untuk mengetahui infomasi status wilayah, dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman dan terkendali.

Dalam bersilaturahmi, Kementerian Agama pun mengingatkan hanya dilakukan bersama keluarg terdekat saja.

Dianjurkan untuk tidak menggelar open house atau halal bihalal di lingkungan kantor atau komunitas[]

Leave a Reply