NU Care-LAZISNU, Tempat Kiai Said Sedekahkan Gajinya Sebagai Komut PT KAI

Sumber: Instagram @nucare_LAZISNU

jabarnetwork.com, NU Care LAZISNU dipilih Kiai Said Aqil Siradj sebagai tempat mendermakan seluruh gajinya.

Hal itu ia sampaikan melalui Juru Bicara Pribadi-nya Muchamad Nabil Haroen, satu hari pasca ditunjuk sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Kereta Api (KAI) sekaligus Komisaris Independen oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

“Selain akan terus kritis kepada pemerintah, sebagai Komut PT KAI, Kiai Said berkomitmen (berjanji) untuk menyedekahkan gajinya melaui NU Care- LAZISNU. Sebab selama ini, Profesor Bidang Tasawuf itu sering mengampanyekan lembaga filantropi di bawah naungan NU itu,” tuturnya seperti dikutip www.jabarnetwork.com pada https://www.nu.or.id , Jakarta, Kamis 4 Maret 2021.

Tempat derma gaji Kiai Said yaitu, NU Care- LAZISNU merupakan lembaga nirlaba milik perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU).

NU Care- LAZISNU memiliki tujuan berkidmat dalam rangka membantu menyejahterakan umat, mengangkat harkat sosial dengan mendayagunakan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf).

Disebutkan, NU Care- LAZISNU sebagai rebranding atau sebagai pintu masuk agar masyarakat global mengenal Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

NU Care- LAZISNU  berdiri pada 2004, dan pembentukkanya diklaim sesuai  amanat muktamar NU yang ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.

NU Care- LAZISNU secara yuridis-formal diakui oleh dunia perbankan dan dikukuhkan oleh SK Menteri Agama No. 65/2005 untuk melakukan pemungutan zakat, infak, dan Sedekah kepada masyarakat luas.

Pada 2004 awal pembentukannya, NU Care- LAZISNU dipimpin oleh Prof.Dr.Fathurrahman Rauf.

Kemudian di 2010, pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, Ketua NU Care- LAZISNU  diganti oleh Kiai Masyhuri Malik sampai 2015.

Pada 2015 sampai 2020, Ketua NU Care- LAZISNU dipimpin oleh Syamsul Huda.

Sampai saat ini, NU Care- LAZISNU memiliki jaringan pelayanan dan pengelolaan ZIS di 12 negara, 34 provinsi, dan 376 kabupaten dan kota di Indonesia.

Berikut visi dan misi serta kepengurusannya

Visi

Bertekad menjadi lembaga pengelola dana masyarakat (zakat, infak, sedekah, wakaf, CSR, dan lain sebagainya)yang didayagunakan secara amanah dan profesional untuk kemandirian umat.

Misi

  1. Mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengeluarkan zakat, infak, sedekah dengan rutin.
  2. Mengumpulkan atau menghimpun dan mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, tepat guna dan tepat sasaran.
  3. Menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat guna mengatasi problem kemiskinan, pengangguran, dan minimnya akses pendidikan yang layak.

Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU (2015-2020)

Untuk diketahui, pengurus pusat NU Care-LAZISNU disahkan melalui surat keputusan Nomor: 15/A.II.04/09/2015 dan ditandatangani oleh Rais Aam KH. Ma’ruf Amin, Katib Aam KH. Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH. Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini.

Penasihat:

  • KH. Najib Abdul Qadir
  • KH. Ali Akbar Marbun
  • KH. Zamzami Amin
  • H. M. Sulton Fatoni
  • KH. Muadz Thohir
  • H. Muhammad Said Aqil

Ketua: Achmad Sudrajat

Wakil Ketua: Dohir Farisi

Wakil Ketua: M. Ichsan Loulembah

Wakil Ketua: Hafid Ismail

Wakil Ketua: Ahmad Basarah

Wakil Ketua: Jazilul Fawaid

Wakil Ketua: Drs. Azis Ahmadi

Wakil Ketua: H. Ubaidillah Amin

Wakil Ketua: Danang Sangga Buwana

Wakil Ketua: Dr. Iqbal Irfani

Sekretaris: Abdur Rouf

Wakil Sekretaris: H. Ridwan Taiyeb,

Wakil Sekretaris: Maulana Syahiduzzaman

Wakil Sekretaris: Faridah Faricha

Bendahara: H. Abdullah Mas’ud

Wakil Bendahara: Sabilillah Ardi

Wakil Bendahara: Fahma Mikaila

Wakil Bendahara: Solihin, MM

Wakil Bendahara: Adna Khoirotul A’yun []

Leave a Reply