Novel Baswedan Dipecat Gara-Gara Wawasan Kebangsaan, Hendri Satrio Usul BPIP Turut Dites

Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio (Foto: Instagram @hendrisatrio)

jabarnetwork.com, Beredar kabar puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal dipecat lantasan tak lolos tes assesment wawasan kebangsaan.

Puluhan pegawai yang tak lolos tes assesment wawasan kebangsaan tersebut satu diantaranya ada Novel Baswedan, penyidik senior KPK.

Mereka yang tak lolos tes assesment wawasan kebangsaan tersebut dikabarkan akan diberhentikan per 1 Juni 2021. 

Merespon kabar tersebut,  Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio justru merasa penasaran terkait tes assesment wawasan kebangsaan yang membuat Novel Baswedan dan puluhan pegawai KPK lainnya dikabarkan bakal dipecat.

“Maaf, memang soal tes wawasan kebangsaan susah banget ya? Pengen tahu kayak apa soalnya? Kok bisa ada yang gak lolos tes ini?,” tutur dia dalam cuitannya di Twitter @satriohendri yang dikutip JBN,  Bandung, Selasa, 4 Mei 2021.

Saking penasaran atas tes wawasan kebangsaan tersebut,  Hendri Satrio pun mengusulkan seluruh anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) diuji juga wawasan kebangsaannya melalui tes wawasan kebangsaan yang diujikan untuk calon ASN KPK.

Tes wawasan kebangsaan untuk para anggota BPIP tersebut  untuk menguji seberapa sulit tes tersebut hingga puluhan pegawai KPK, termasuk level Novel Baswedan dibuat tak berdaya, tidak lolos dan bakal dipecat.

“Maaf lagi ya, misalnya ini ya. Misalnya, misalnya BPIP diuji juga wawasan kebangsaannya dengan ngerjain soal tes kebangsaan calon ASN KPK, hasilnya apa kira-kira? tanya dia.

“Asli, penawasaran sama tingkat kesulitan soalnya,” ucap dia.

Untuk diketahui pasca revisi Undang-Undang KPK. Disebutkan dalam beberapa aturan didalamnya terdapat peralihan status pegawai KPK harus menjadi ASN.

Aturan yang dimaksud yakni, Pasal 1 ayat (6) Undang-Undang No.19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Lalu, Pasal 69C Undang-Undang No.19 Tahun 2019.

Sementara itu, penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku mengetahui  dan membenarkan kabar tersebut.

Novel Baswedan justru menganggap isu pemecatan hanya karena tak lolos tes wawasan kebangsaan tersebut sebagai upaya pihak-pihak tertentu untuk menyingkirkan orang-orang yang justru berintegritas di KPK.

“Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh pimpinan KPK sendiri,” kata dia sebagaimana dikutip  JBN dari Antara, Bandung, Selasa, 4 Mei 2021.

Sebelumnya, KPK bakal segera mengumumkan hasil tes wawasan kebangsaan pegawainya dalam proses alih status menjadi ASN yang diklaim sebagai bentuk transparansi.

KPK sudah menerima hasil tes wawasan kebangsaan tersebut dari BKN. Namun, sampai saat ini hasil tes wawasan kebangsaan tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK.

“Saat ini, hasil penilaian asesmen TWK tersebut masih tersegel. Dalam waktu dekat akan diumumkan sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK,” kata Sekjen KPK Cahya H. Harefa[]

Leave a Reply