Munarman Eks FPI Ditangkap Densus, Fadli Zon:Kurang Kerjaan

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon (Foto:Instagram @fadlizon)

jabarnetwork.com,  Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon tidak percaya terhadap sederet tuduhan tindak pidana teroris kepada Munarman, eks Sekretaris FPI tersebut.

“Saya mengenal baik Munarman, dan saya tidak percaya dengan tuduhan teroris ini,” tutur Fadli Zon dalam cuitan di twitter yang dilansir jbn,  Jakarta, Rabu 28 April 2021.

Fadli Zon justru menilai penangkapan eks Sekretaris FPI, Munarman yang dilakukan Densus 88 tersebut mengada-ngada, kurang kerjaan.

“Sungguh mengada-ngada dan kurang kerjaan,” ujar dia.

Sebelumnya, eks Sekretaris FPI Munarman ditangkap Densus 88 kemarin sore (Selasa, 27 April 2021 sekira pukul 15.30 WIB) di kediaman Munarman, Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan.

Dalam  proses penangkapan tersebut (berdasarkan video penangkapan yang beredar), Munarman diketahui sempat melawan dan mempertanyakan dasar dan surat penangkapan dirinya.

Munarman pun meminta menggunakan sandal terlebih dahulu saat Densus 88 menarik Munarman masuk ke dalam mobil.

Setelah proses penangkapan, Munarman tiba di Polda Metro Jaya pada Selasa, 27 April 2021 sekira pukul 19.40 dengan mata ditutup kain hitam, dan tangan di borgol.

Saat tiba di Polda Metro Jaya, Munarman menggunakan kemeja warna putih dan sarung. Ia tiba ke Polda Metro Jaya menggunakan mobil minibus berwarna putih.

Begitu turun dari mobil, Munarman langsung dibawa masuk ke dalam Rutan Narkoba Polda Metro Jaya oleh salah satu personel kepolisian.

Menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Munarman ditangkap atas dugaan keterkaitannya dengan sejumlah aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Penangkapan (Munarman) terkait dugaan keterlibatan saudara M terkait dengan aksi-aksi terorisme yang terjadi di beberapa waktu yang lalu,” tutur dia.

Dalam hal ini Munarman diduga telah menggerakan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Termasuk bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Usai penangkapan Munarman,  Densus 88 pun telah melakukan penggeledahan di bekas Kantor Ormas terlarang FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

“Dalam penggeledahan tersebut tim menemukan bahan baku peledak TATP atau triacetone  triperoxide, aseton dan nitrat,”  ujar dia.

Saat ini Munarman  ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya untuk kemudian menjalani pemeriksaan intensif []

Sumber

Twitter @fadlizon

Leave a Reply