Komisi I DPRD Jabar Apresiasi Indeks KIP Jawa Barat

Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDIP Besi Budiman/dokumen pribadi/

jabarnetwork.com,Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDIP, Bedi Budiman mengapresiasi atas capaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Jawa Barat yang mulai baik. 

Bedi pun tetap meminta perbaikan penerapan KIP ke depannya.

“Kita apresiasi atas capaian indeks KIP Jabar, dan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk Pemda dan DPRD Jabar,” tutur dia dalam keterangan tertulisnya, Bandung, Rabu 7 April 2021. 

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi (KI) Jawa Barat Ijang Faisal menuturkan berdasarkan survei yang dilakukan Komisi Informasi (KI) Jawa Barat pada tahap pertama  menunjukkan Indeks Keterbukaan Informasi Publik atau IKIP tahun 2021 di Jawa Barat terus membaik. 

Sejumlah permohonan informasi yang disampaikan masyarakat kepada badan publik pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota  ditindaklanjuti oleh masing-masing PPID Badan Publik. 

“Survei IKIP ini dilakukan dengan wawancara secara langsung kepada informan ahli yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik dan bisa menjadi rujukan badan publik,” tutur dia. 

Survei tahap pertama ini lanjut dia mengatakan, dilakukan pada 22 Maret sampai 6 April 2021. Dalam survei tersebut, publik berpandangan badan publik pemerintah semakin membuka ruang informasi terhadap warga yang membutuhkan informasi dari pemerintah.

“Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 15 informan ahli itu, didapatkan nilai 81,00 informan ahli menyatakan pendapat bahwa badan publik menyampaikan informasi publik kepada pemohon informasi dengan mudah,” kata dia. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat  Setiaji menambahkan,  Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). 

“Salah satu bentuk komitmen tersebut yakni peluncuran Ekosistem Data Jabar atau EDJ. Semua data yang bersifat publik dapat diakses masyarakat umum melalui portal Open Data Jabar,” kata Setiaji. 

Dalam EDJ,  terdapat tiga portal bernama Open Data Jabar, Satu Data Jabar, dan Satu Peta Jabar. Jenis data yang disajikan yakni dataset, visualisasi, dan indikator kinerja. 

Open Data Jabar tersebut dapat diakses oleh masyarakat, dan data yang disajikan bersifat publik. Satu Data Jabar menjadi portal berbagi pakai data antar perangkat daerah di Pemda Provinsi Jabar. Ada data yang dikecualikan, data publik, dan data internal, di dalam Satu Data Jabar.

Sedangkan Satu Peta Jabar menjadi portal berbagi pakai data yang berisi data-data geospasial atau berupa peta. Pengkategorian data publik, data internal, dan data dikecualikan, disusun berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP. 

“Manfaatnya untuk masyarakat adalah dapat memperoleh data dan informasi dengan mudah, cepat, dan data yang didapatkan data terbaru,” kata dia[]

Leave a Reply