Kenali 7 Gejala Temper Tantrum Anak yang Harus Diketahui Orang Tua

Sumber: pixabay.

jabarnetwork.com, Mungkin anda terkadang kesal,  dan terbawa emosi saat si kecil menjerit-jerit atau berteriak ketika dia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Seperti mainan atau sesuatu yang menurut anda tidak baik untuk diberikan kepada si kecil.

Tahukah, jika perilaku menjerit-jerit, berteriak, atau menangis histeris hingga kecenderungan sikap anak yang sulit mengendalikan emosinya merupakan temper tantrum?

Menurut Izzaty (2005) yang dikutip dari buku Emosi Anak Usia Dini dan Strategi Pengembangannya karya Riana Mashar, Kencana Prena Media Group, Jakarta 2011 menyatakan bahwa temper tantrum merupakan kondisi sulitnya anak mengendalikan emosionalnya.

Temper tantrum ini disebabkan oleh kelelahan, frustasi, lapar, sakit, kemarahan, kecemburuan, perubahan dalam rutinitas, serta tekanan di rumah dan sekolah.

Adapun gejala  yang dapat muncul pada anak temper tantrum a.l.

1. Anak Memiliki Kebiasaan Tidur Tidak Teratur

Anak yang memiliki kebiasan tidur tidak teratur merupakan salah-satu gejala yang biasa muncul pada anak temper tantrum. Selain gejala tidur tidak teratur, gelaja lain yaitu buang air besar pun merupakan gejala yang biasa muncul pada anak temper tantrum.

2. Anak Sulit Beradaptasi

Selain itu, gejala lainnya seperti sulitnya anak beradaptasi dengan situasi, makanan, lingkungan hingga orang-orang baru disekitarnya merupakan gejala yang biasa muncul pada anak temper tantrum.

3. Lambat Beradaptasi terhadap Perubahan yang Terjadi

Lalu, gejala lainnya yaitu biasanya anak yang lambat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

4. Suasana Hati yang Lebih Sering Negatif

Kemudian gejala yang biasanya muncul adalah mood atau suasana hati anak yang sering negatif, dan anak biasanya sering merespon sesuatu dengan penolakan.

5.Mudah Dipengaruhi

Selanjutnya, mudah dipengaruhi sehingga mengakibatkan timbulnya perasaan marah atau kesal merupakan gejala yang biasa muncul pada anak temper tantrum.

6. Perhatian Sulit Dialihkan

Disisi lain, anak dengan temper tantrum pun biasanya memiliki gejala seperti perhatiannya yang sulit dialihkan.

7. Memiliki Perilaku yang Khas

Adapun, anak temper tantrum pun biasanya memiliki perilaku yang khas seperti menangis, menjerit, membentak, menghentak-hentakan kaki, merengek, mencela, mengenalkan tinju, membanting pintu, memecahkan benda, memaki, mencela diri sendiri, menyerang kakak atau adik, atau teman, suka mengancam dan perilaku-perilaku negatif lainnya[]

Sumber: Buku Emosi Anak Usia Dini Dan Strategi Pengembangannya Karya Riana Mashar, Kencana Prena Media Group, Jakarta 2011

Leave a Reply