Jabar Paling Beresiko Bencana Banjir hingga Longsor, Jumlahnya Meningkat Setiap Tahun

jabarnetwork.com, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, bencana di Jabar lebih banyak bencana banjir dan longsor.

Resiko banjir paling berpotensi terjadi Jawa Barat bagian tengah hingga utara. Sedangkan, bencana longsor paling beresiko di Jawa Barat bagian tengah sampai selatan. Jumlah bencana banjir dan longsor dalam setahun saja bisa 1.500 sampai 1.800 (kejadian).

“Kebencanaan kami berhubungan dengan air, karena Jabar dari tengah ke utara datar pasti banjir. Sedangkan tengah ke selatan longsor,” tuturnya dalam siaran press Humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Bandung, Selasa 16 Februari 2021.

Mengingat tingginya resiko dan banyaknya kejadian bencana banjir dan longsor di Jawa Barat lanjut dia mengatakan, masing-masing daerah di Jawa Barat menginginkan tindakan cepat kedaruratan terutama di daerah yang dilewati aliran sungai.

“Kalau boleh diizinkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena selama ini ada batas kewenangan (pusat). Sehingga kadang-kadang uang ada tapi tidak bisa dilakukan,” ucap dia.

“Mungkin di pusat (pemerintah pusat) harus ada terobosan, sehingga daerah yang teknis bisa mempercepat melakukan pertolongan dari sisi kebencanaan (penanganan bencana),” ujar dia.

Kurikulum Mitigasi Bencana

Ditengah tingginya resiko bencana banjir hingga longsor di Jawa Barat, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengklaim bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jabar telah memiliki kurikulum mitigasi bencana atau disebut juga Jabar Resilience Culture Provience.

Jabar Resilience Culture Province (JRCP) diklaim bisa menjadi acuan atau syarat lengkap yang harus dimiliki provinsi lain di Indonesia dalam penanggulangan bencana. 

“JRCP mendorong budaya tangguh bencana sejak SD dengan mengusung lima pilar yaitu, pendidikan, pengetahuan kebencanaan, infrastruktur tahan bencana, regulasi dan kebijakan, dan ekologi ketahanan,” ucap dia[]

Leave a Reply