Instruksi Jokowi Buru dan Tangkap KKB di Papua, Diprotes Mardani Ali Sera

jabarnetwork.com, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS),Mardani Ali Sera kurang setuju atas langkah Presiden Joko Widodo, yang lebih memilih pendekatan militer.

Dalam penanganan  konflik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Menurut Mardani Ali Sera, konflik yang terus terjadi di Papua menunjukkan masih ada aspirasi politik yang belum terjawab. Hal ini dilihat jika melihat aksi kekerasan yang terus terjadi di Papua.

“Masih ada aspirasi politik yang belum terjawab, jika melihat kekerasan yang terus terjadi,” tutur dia dalam cuitannya di twiter yang dikutip jbn, di Jakarta, Selasa 27 April 2021.

Politisi asal PKS ini justru meminta Presiden Joko Widodo lebih memilih cara damai dalam menangani konflik KKB di Papua.

Cara damai yang dimaksud yakni, menjadikan masyarakat Papua sebagai subjek.

“Pendekatan damai dan mengalah untuk sebuah kemenangan dalam hidup bersama dibingkai kedamaian,” kata dia.

Mardani Ali Sera pun meminta Presiden Joko Widodo lebih mengutamakan berdialog langsung dengan berbagai stakeholder stategis di Papua.

Tidak bisa hanya dengan pendekatan militer. Sebab, dialog inklusif penting untuk mempertemukan sudut pandang masyarakat dan elite pemerintah.

“Kita menyelesaikan konflik bukan memelihara konflik,” tegas dia.

Untuk diketahui pasca Kepala BIN Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur karena baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memburu dan segera menangkap seluruh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Saya telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar, dan menangkap seluruh anggota kelompok kriminal bersenjata ini, baik di Papua maupun di seluruh pelosok tanah air,” tutur dia.

“Atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga dan yang ditinggalkan, “ kata Joko Widodo.

Tidak ada tempat lanjut Presiden Joko Widodo mengatakan, bagi Kelompok Krimanal Bersenjata (KKB) di wilayah Indonesia, termasuk Papua.

“Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di Papua, maupun di seluruh pelosok tanah air,” tegas Joko Widodo[]

Leave a Reply