Info Banjir Jakarta, BMKG Prediksikan Hujan Bakal Terjadi Sampai Maret 2021

Rumah terendam akibat banjir di Kabupaten Karawang, Jabar.

jabarnetwork.com,  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan puncak musim hujan untuk DKI Jakarta dan seluruh wilayah Indonesia diperkirakan masih berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2021.

Khusus untuk sepekan ke depan, potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diprediksikan masih terjadi di DKI Jakarta, Banten, Aceh, Sumatera Utara, Barat dan Selatan, hampir semua wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi,” tutur Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto, konferensi pers daring melalui Zoom,  Bandung,  Sabtu 20 Februari 2021.

Selain itu, Guswanto pun mengingatkan masyarakat terhadap peningkatan gelombang tinggi di sejumlah perairan di wilayah Indonesia. Gelombang dengan ketinggian 2,5  sampai 4 meter (kategori tinggi) berpeluang terjadi di Perairan utara Sabang sampai Selat Malaka bagian utara, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Pulau Enggano, Perairan selatan Pulau Jawa hingga NTB, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Pulau Jawa hingga NTB yang diprediksikan akan terjadi selama sepekan atau 19 sampai 24 Februari 2021.

Hal senada pun disampaikan Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo. Ia menyebutkan gelombang laut dengan ketinggian yang sama berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, Perairan Kepulauan Bintan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Halmahera Barat, Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat bagian utara, Perairan Manokwari, Perairan barat Biak, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kai-Kepualaun Aru, Laut Arafuru bagian timur dan selatan Merauke.

“Kemudian adanya potensi gelombang sangat tinggi antara 4 sampai 6 meter yang berpeluang terjadi di Laut Natuna utara, Perairan Kepulauan Talaud, Perairan utara Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat,” tutur dia.

Sedangkan untuk ketinggian Laut Jawa, meski hanya 1,25 sampai 2,5 meter (kategori sedang) tetap perlu diwaspadai terutama bagi aktivitas nelayan. Selain itu, masyaraakat pun diminta waspada terhadap potensi pasang surut harian air laut yang berbarengan dengan curah hujan tinggi yang dapat menghambat air hujan ke laut utamanya di Jakarta Utara, pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Cuaca Ekstrem Hati-Hati Penerbangan

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG Edison Kurniawan mengatakan,  adanya potensi pertumbuhan awan cumulunimbus dengan cakupan spasial maksimum antara 50 sampai 75% selama sepekan ke depan diprediksikan terjadi di beberapa wilayah.

Seperti di sebagian Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian barat, Maluku, sebagian Papua, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Sawu, Selat Makassar, Laut Sulawesi,, Laut Maluku, Laut Halmahera, Perairan barat Papua Barat, Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga NTT, Samudra Pasifik utara Papua dan Laut Arafuru[]

Leave a Reply