Heboh Kader Demokrat di Daerah Curhat Praktik Pemalakan DPP PD

Parti Demokrat tengah memberi bantuan kepada korban banjir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

jabarnetwork.com, Kader Partai Demokrat di daerah mengungkapkan praktik pemalakan yang dilakukan DPP Partai Demokrat kepada para kader.

Praktik pemalakan tersebut disampaikan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie dalam video youtube Akbar Faizal Uncensored yang sempat viral di media sosial baru-baru ini.

“Beberapa banyak orang-orang kita (kader Partai Demokrat di daerah, kader pendukung Marzuki Alie ) dipalakin? Udahlah saya tahu yang dipalakin siapa,” tutur dia yang dikutip jabarnetwork.com dari unggahan video youtube Akbar Faizal Uncensored, “ Sabtu 20 Februari 2021.

Marzuki Alie mengungkapkan kader Partai Demokrat di daerah yang mau maju sebagai kepala daerah atau anggota legislatif dimintai setor kepada DPP Partai Demokrat. Satu kursi dihargai kadang-kadang sampai Rp500 juta.

Pemalakan dilakukan, bisa dengan surat resmi dari DPP Partai Demokrat yang meminta sejumlah uang kepada para kader Partai Demokrat di daerah yang bakal maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Legislatif  (Pileg), atau dengan calo.

“Yang mau maju jadi kepala daerah dimintai (setoran). Orang-orang saya (dari Partai Demokrat) yang diminta DPP (Partai Demokrat). Ada yang resmi dan nyaloin, disitu saya prihain. Dapat kursi, satu kursi diminta DPP (Partai Demokrat) Rp500 juta, kan kasian,” kata dia.

Kader yang berjuang di daerah untuk mendapatkan kursi tak luput dari setoran ke DPP Partai Demokrat. Ketua partai (Partai Demokrat) di daerah pun dihitung satu kursinya (dimintai setoran) .

“Seharusnya dikasih hadiah, terimakasih anda dapat 10 kursi saya kasih hadiah untuk kamu (seharusnya seperti itu). Bukannya dihitung, jadi alat setoran. Saya prihatin,” ucap dia.

Praktik pemalakan tersebut benar terjadi kata Marzuki Alie, berapa banyak kader Partai Demokrat yang harus bayar setiap maju di Pemilu. Bahkan ada ketua DPC yang mengeluhkan bahwa dirinya habis duit untuk membesarkan Partai Demokrat di daerahnya.

“Orang kita ini (kader Partai Demokrat di daerah) berdarah-darah utuk dapat kursi banyak. Bangun partai sampai habis duit. Ada ketua DPC yang bilang ngapain habis duit buat urus partai di daerah, dan kalau mau maju harus setor lagi,” ujar dia[]

Leave a Reply