Hardiknas 2021, FAGI Jabar Kecewa terhadap Hasil Pendidikan selama 2021


Ketua FAGI Jawa Barat Iwan Hermawan (dokumen pribadi Ketua FAGI Jawa Barat Iwan Hermawan)

jabarnetwork.com, Hari Pendidikan Nasional atau disingkat dengan Hardiknas diperingati  setiap 2 Mei.

Pada 2021, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) akan diperingati besok Minggu, 2 Mei 2021.

Pada peringatan Hardiknas 2021 ini, Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat mengkritisi ihwal hasil pendidikan selama ini.

Hasil pendidikan  baik skala lokal, Jawa Barat maupun skala nasional.

FAGI Jawa Barat menilai hasil pendidikan selama ini ternyata masih belum banyak berkontribusi terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) apalagi moralitas bangsa Indonesia.

Contoh paling sederhana pada peningkatan SDM. Bidang SDM  Indonesia dinilai gagal dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari warganya.

“Walau Perguruan Tinggi hingga SMK sangat menjamur, namun Indonesia termasuk Jawa Barat masih mengimpor barang elektronik dan segudang barang kebutuhan rumah tangga lainnya,” tutur FAGI Jawa Barat Iwan Hermawan dalam keterangan tertulis yang diterima JBN, Jakarta, Sabtu 1 Mei 2021.

Tak kalah ironis, moralitas bangsa Indonesia pun dinilai masih jauh dari harapan. Hasil pendidikan belum mampu meningkatkan moralitas bangsa Indonesia.

Bercermin dari berbagai indikator, seperti hasil penelitian Tranparency International Indonesia (TII).

“Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2020 turun jadi 37, peringkat 102 di dunia,” kata Iwan.

Belum lagi menurut Indeks Numbeo periode pertengahan 2020,  indek kejahatan Indonesia berada di peringkat 58.

“Sedangkan untuk indeks keamanannya,  Indonesia berada di peringkat ke-76 dengan 53,94 poin dari 100, jauh di bawah beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Brunei, Singapura, Thailand, dan Filipina,” keluh dia.

Apalagi Indeks Pembangunan Manusia atau IPM versi UNDP atau yang lebih dikenal dengan Human Development Index atau HDI.

Pada 2019 saja Indonesia berada di peringkat 6 ASEAN, dan 111 di dunia dari 189 negara.

“Menurut Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam, Indonesia menduduki rank ke-2 dalam kejahatan cyber,” ucap dia.

Bagaimana mungkin hasil pendidikan belum banyak berkontribusi terhadap SDM dan moralitas bangsa?

“Faktor penyebabnya tidak konsistennya kurikulum yang selalu berganti-ganti, dan terlalu gemuk mata pelajaran,” tegas dia.

Menurut Iwan,  selama ini pola penyiapan guru banyak yang tidak jelas dan penyediaan sarana prasarana serta pembiayaan pendidikan pun dinilai masih kurang.

Tak ayal hasil pendidikan selama ini belum banyak berkontribusi terhadap SDM dan moralitas bangsa Indonesia[]

Leave a Reply