Gemarikan, Cara Kominfo Ajak Masyarakat Suka Makan Ikan

Para narasumber tengah menyampaikan materi dan sambutan saat acara Webinar Genspoting (Generasi Positive Thinking) Gemar Makan Ikan: Yuk Makan Ikan Agar Generasi Indonesia Sehat, Kuat dan Cerdas secara langsung dan disiarkan secara daring melalui zoom meeting serta channel YouTube Ditjen IKP Kominfo, Jakarta, belum lama ini (Foto: Humas Kominfo RI)

jabarnetwork.com Kementerian Kelautan dan Perikanan menginisiasi gerakan Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang melibatkan seluruh komponen dan elemen bangsa. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai Governance Public Relations (GPR) bertugas untuk melakukan sosialisasi gerakan tersebut.

Agar program tersebut tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat, dalam hal ini kelompok milenial dan pelaku usaha.  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mengadakan webinar dengan tema Genspoting (Generasi Positive Thinking) Gemar Makan Ikan: Yuk Makan Ikan Agar Generasi Indonesia Sehat, Kuat dan Cerdas secara langsung dan disiarkan secara daring melalui zoom meeting serta channel YouTube Ditjen IKP Kominfo.

Menurut Direktur IKPM Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Septriana Tangkary, sebagaimana diketahui program Gemarikan  dibuat bertujuan membangun kesadaran gizi individu dan kolektif  agar gemar mengonsumsi ikan, dengan harapan meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas.

Apalagi di tengah kondisi tingginya angka stunting, wasting dan kasus overweight di Indonesia, dengan mengonsumsi ikan diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini, mengonsumsi ikan dan hasil laut lainnya sagat penting karena merupakan salah satu cara meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh dalam menangkis Covid-19,” tutur dia saat memberikan sambutan acara Webinar Genspoting (Generasi Positive Thinking) Gemar Makan Ikan: Yuk Makan Ikan Agar Generasi Indonesia Sehat, Kuat dan Cerdas secara langsung dan disiarkan secara daring melalui zoom meeting serta channel YouTube Ditjen IKP Kominfo, Jakarta, belum lama ini.

Selain aspek kesehatan tersebut,  lanjut dia mengatakan program Gemarikan dibuat pemerintah sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi dan reformasi sosial lewat sektor perikanan dan kelauatan.

Stunting Masih Jadi Persoalan

Selanjutnya, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Artati Widiarti menuturkan, diproyeksikan pada 2030 Indonesia mendapatkan golden oppurtunity, dengan jumlah usia produktif yang lebih banyak. Golden oppurtunity ini dapat tercapai jika penduduk produktif tersebut tumbuh sehat dan tidak terkena penyakit.

Namun demikian, pada kenyataanya saat ini Indonesia masih menghadapi permasalahan stunting. Penderita stunting biasanya tidak produktif dan mudah terkena penyakit. Oleh sebab itu, mengonsumsi ikan dinilai sebagai investasi kesehatan.

“Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan untuk mencerdaskan bangsa, dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian dari sektor perikanan nasional,” tutur dia.

Program Gemarikan dapat berhasil dengan adanya generasi muda yang berpikiran positif, yang dapat menjadi agen perubahan, membantu menyosialisasikan bagaimana menjadi konsumen cerdas yang dapat memilih makanan bergizi baik, bukan hanya berdasarkan rasa atau harga.

Manfaat Ikan yang Wajib Diketahui Masyarakat

Hal senada pun disampaikan oleh Asih Setiarini, Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), kandungan gizi pada ikan menjadi sumber protein penting untuk pertumbuhan, pemeliharaan jaringan tubuh, dan penggantian sel-sel tubuh yang rusak.

Ikan merupakan sumber protein hewani yang rendah lemak, lemak sendiri dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah terbatas, karena kelebihan lemak dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

“Tidak ada satu makanan yang dapat memenuhi kebutuhan semua gizi. Oleh karena itu, harus dibiasakan mengonsumsi makanan yang beraneka ragam untuk keperluan gizi tubuh”, tuturnya.

Untuk mendapatkan gizi seimbang, masyarakat bisa mengikuti empat pedoman yakni, membiasakan makan beraneka ragam makanan, membiasakan melakukan praktik hidup bersih, membiasakan hidup aktif, dan membiasakan rutin menimbang berat badan serta mengupayakan memiliki berat badan normal.

Sementara itu, Praktisi Media Sosial Rulli Nasrullah menyampaikan,  Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dapat dipromosikan dengan kreatif, melalui konten digital yang cukup sederhana. Namun dapat menghasilkan dampak yang luar biasa dengan  memperhitungkan trik-trik mengenai algoritma media sosial, misalnya Instagram atau Twitter.

“Konten kebaikan sering tergerus oleh banyaknya konten negatif, karena itu kita harus menginformasikan banyak konten positif terutama Gemarikan untuk menghilangkan stigma dan mitos negatif mengenai ikan. Kalau bukan kita yang membuat konten positif, siapa lagi?”, ujar dia.

Untuk diketahui kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo diikuti 50 orang peserta yang hadir secara offline dan 128 peserta daring[]

Leave a Reply