Gagasan Ridwan Kamil Soal WFH ASN, Pepep Saepul Hidayat: Bakal Berdampak Positif Pada Efisiensi Anggaran

Anggota DPRD Jawa Barat asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pepep Saepul Hidayat*/DPW PPP Jawa Barat/

jabarnetwork.com, Pepep Saepul Hidayat, Anggota DPRD Jawa Barat asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai gagasan Ridwan Kamil yang ingin menerapkan Work From Home atau WFH sebagian Aparatur Sipil Negara alias ASN bakal berdampak positif terhadap efisiensi anggaran.

Penerapan WFH sebagian ASN di Pemprov Jawa Barat tersebut bakal berdampak pada berkurangnya anggaran operasional pegawai atau pos anggaran belanja non pegawai.

Sehingga anggaran belanja operasional pegawai tersebut kata Pepep Saepul Hidayat,  bisa dialihkan ke program-program yang langsung dirasakan masyarakat.

Terutamanya dialihkan untuk membiayai program-program yang bisa mensejahterakan masyarakat Jawa Barat.

“Gagasan penerapan Work From Home bagi sebagian ASN di Jabar ini tentu akan mengurangi belanja operasional pegawai atau non belanja pegawai,” tutur dia, Bandung, Jumat, 13 Mei 2022.

“Anggaran operasional pegawai akan lebih efisiensi atau terjadi banyak efisiensi,” sambung dia.  

Sambut Positif Gagasan Ridwan Kamil Soal WFH ASN di Jabar

Pepep Saepul Hidayatmenambahkan, pihaknya menyambut baik gagasan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang akan menerapkan sistem Work From Home bagi sebagian Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi Jabar.

Sepanjang penerapan sistem Work From Home bagi sebagian ASN Pemprov Jawa Barattersebut bakal mempercepat akselerasi pelayanan.

Seperti meningkatkan pelayanan hingga memangkas waktu  pelayanan dan memberikan kepastian, tentu gagasan penerapan Work From Home untuk sebagian Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi Jabar tersebut sangat baik.

“Hal yang positif, sepanjang gagasan itu (penerapan WFH sebagian ASN di Jawa Barat) untuk mempercepat akselerasi pelayanan,” tambah dia.

Disamping itu pihaknya pun sangat setuju work from home ASN di Jabar yang digagas  Ridwan Kamil tersebut akan dikaji kembali oleh BKD beserta stakeholder terkait.

Terutama soal pembobotan pelayanan, pemetaan sektor mana saja yang ASN-nya bisa menerapkan work from home, dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

“Saya setuju, penerapan work from home bakal dikaji dulu. Melihat keuntungan dan kemungkinan hingga soal work from home yang harus jangan sampai mengurangi fungsi layanan,” ucap dia. ***

Leave a Reply