Fraksi Demokrat DPR RI Kritik Target Pertumbuhan Ekonomi di 2022

DPP Partai Demokrat tengah bakti sosial.

jabarnetwork.com, Belum lama ini pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI telah merancang target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk anggaran tahun (TA) 2022.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di TA 2022 dipatok pada angka kisaran 5,2 sampai diangka 5,8%.

Menanggapi rancangan pertumbuhan ekonomi 2022 diangka 5,2 sampai 5,8% tersebut, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Irwan Fecho justru menilai rancangan target pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai tidak realistis.

Menurut Irwan Fecho, target pertumbuhan ekonomi untuk 2022 diangka 5,2 sampai 5,8% terlalu optimis ditengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi.

“Fraksi Partai Demokrat DPR RI meminta pemerintah lebih realistis dalam menetapkan target pertumbuhan ekonomi di 2022, yang ditargetkan diangka 5,2 sampai 5,8%,” tutur Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Irwan Fecho dikutip JBN dari akun facebook resmi Partai Demokrat (https://web.facebook.com/pdemokrat), Bandung, Jumat 28 Mei 2021.

Target pertumbuhan ekonomi 2022 diangka 5,2 sampai 5,8 yang dinilai Irwan Fecho tidak realistis,  lantaran pertimbangan pencapaian target pertumbuhan ekonomi di 2021 pada kuartal I saja masih mengalami konstraksi minus 0,74%.

Belum lagi Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya.

“Pemerintah juga sebaiknya mencermati fenomena inflasi di tengah resesi ekonomi saat ini. Ketika menetapkan proyeksi inflasi di 202 diangka 2,0 sampai 4,0%,” kata dia.

Pemerintah juga seharusnya paham kata dia, disaat punya target pertumbuhan ekonomi diangka 5,2 sampai 5,8 tetapi dalam kondisi banyak perusahaan yang justru pemasukannya menurun drastis.

“Namun, disisi lain tuntutan kenaikan upah minumum buruh juga menguat,” tegas dia.

Dalam kondisi ini, pemerintah seharusnya berkoordinasi antara pemerintah pusat, daerah, Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas tingkat harga kalau berbicara inflasi (asumsi target inflasi 2022).

Apalagi ditengah wacana pemerintah yang akan menaikkan PPN. Fraksi Demokrat meminta pemerintah segera mengkaji ulang wacana tersebut.

“Masalah ini sebaiknya didalami secara hati-hati dan bijaksana karena akan berpengaruh langsung terhadap nilai inflasi,” tegas dia.

Melihat kondisi tersebut, Fraksi Demokrat DPR RI meminta pemerintah terus memacu pertumbuhan dengan terus menstimulasi perekonomiannya.

“Caranya, dengan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung terus UMKM agar dapat tetap berkarya,” pinta dia.

Terutamanya, sebaiknya pemerintah membuat kebijakan yang memicu terbukanya lapangan pekerjaan sebanyak mungkin demi menekan angka pengangguran dan kemiskinan saat ini.

“Fraksi Demokrat DPR RI  meminta pemerintah mengambil kebijakan yang pro terharap pertumbuhan, pro terhadap kemiskinan, pro lingkungan dan pro terhadap penciptaan lapangan pekerjaan,” pinta dia.

Tak terkecuali kebijakan yang meningkatkan aspek kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan rakyat, aspek tersebut sangat utama bagi masyarakat.

“Fraksi Partai Demokrat meminta pemerintah selalu menjaga kesejahteraan masyarakat, menjaga iklim investasi dan bisnis tetap berjalan baik,” imbau dia.

 Jangan sampai akibat kebijakan yang tidak tepat pelaku industri mati kutu dan investor hengkang dari Indonesia[]

Leave a Reply