Fadjroel Rachman Sebut Aturan Tidak Mudik, Tidak Berbuka Puasa Bersama, Open House Harus Diikuti Para Pejabat Pusat dan Daerah



Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman (Foto: Instagram @fadjroelrachman)

jabarnetwork.com, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman memastikan Presiden Joko Widodo dan seluruh Kabinet Indonesia Maju tidak mudik lebaran.

Selain itu, dipastikan pula tidak menggelar acara berbuka puasa dan open house Idul Fitri 1422 Hijriah 2021.

Hal ini pun berlaku bagi seluruh pejabat yang ada di daerah, atau dengan kata lain wajib diikuti oleh pejabat di daerah.

Jadi aturan larangan mudik tak hanya berlaku terhadap masyarakat pada umumnya, tetapi berlaku bagi para pejabat pusat dan daerah.

“Presiden Joko Widodo dan seluruh Kabinet Indonesia Maju juga tidak mudik lebaran, diikuti seluruh pejabat di pusat dan di daerah,” tutur dia dilansir JBN,  dari Instagram @fadjroelrachman, Bandung, Sabtu, 8 Mei 2021.

“Juga tidak ada acara berbuka puasa dan open house Idul Fitri,” kata dia.

Menurut Fadjroel, pemerintah sangat memahami bahwa mudik lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia menjelang Idul Fitri.

Namun, apabila kegiatan tersebut dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Tentu sangat berpotensi terhadap lengahnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pemerintah menerbitkan peraturan soal larangan mudik tersebut berlaku kepada seluruh masyarakat di Indonesia, dengan harapan seluruh masyarakat tidak melaksanakan mudik lebaran,

“Hal ini untuk menjamin keselamatan bersama, dan menjaga upaya kita semua, seluruh masyarakat Indonesia, selama satu tahun lebih berjuang melawan pandemi Covid-19,” jelas dia.

Termasuk demi membaiknya perekonomian,  yang hasilnya sudah terlihat dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi, ke arah positif.

Belajar dari India

Bercermin dari lonjakan gelombang besar kasus Covid-19 di India, dalam hitungan hari saja sekitar 441.000 orang lebih positif Covid-19.

Tsunami kasus Covid-19 ini pun terjadi di beberapa negara lainnya, juga di negara tetangga Indonesia.

“Pemerintah tidak ingin Indonesia mengalami lonjakan gelombang kasus yang besar seperti di India, beberapa negara lainnya dan negara tetangga kita,” ujar dia.

Dikeluarkannya aturan larangan mudik ini, pemerintah berharap lonjakan kasus aktif tidak akan tejadi pasca lebaran nanti.

“Tetapi tetap mempersiapkan antisipasi seoptimal mungkin,” harap dia.

Pemerintah dalam hal ini akan tetap berusaha menerapkan strategi perlindungan melalui 3T dan PPKM skala mikro di berbagai daerah.

Namun demikian, agar upaya tersebut berhasil dibutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media massa serta masyarakat dalam menerapkan disiplin 5M.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang dengan sukarela tidak mudik lebaran. Mari bergotong-royong melawan pandemi Covid-19. Pemerintah tidak mungkin sendirian,” kata dia.

Fadjroel pun mengajak masyarakat untuk bersilaturahmi secara virtual, tanpa mengurangi makna dari silaturahmi dalam merayakan Idul Fitri 1442 H.

“Silaturahmi dapat dilakukan secara virtual (online, telepon, dan lainnya). Komunikasi bertatap muka secara virtual untuk dapat mengurangi kerinduan sekaligus menjaga dan menjamin keselamatan sanak saudara dan keluarga,” imbau dia.

“Selamat Idul Fitri 1442 H, mohon maaf lahir batin,” ucap dia []

Leave a Reply