Disdik Jabar Pinjamkan 38.323 Gawai untuk Sekolah Tertentu

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi (kiri) bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS Siti Muntamah (kanan) saat penyerahan bantuan di SMA 9 Bandung, Bandung, Senin 31 Agustus 2020 .

jabarnetwork.com, Kurang lebih 38.323 gawai dipinjamkan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk para siswa SMA kurang mampu yang sekolahnya mendapatkan bantuan operasional siswa (BOS) kinerja di 2019, yang sebagian anggarannya dibelikan tablet untuk kebutuhan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi menuturkan, alasan diadakan program peminjaman 38.323 gawai untuk siswa SMA tidak mampu karena banyak keluhan siswa dan orang tua terutama dari kelompok kurang mampu secara ekonomi mengeluh karena tidak memiliki gawai memadai untuk mengikuti proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), termasuk kuota internetnya. Oleh karena itu, ia menggagas program peminjaman gawai untuk sekolah tertentu.

“Sekolah tatap muka masih belum bisa, PJJ masih terus dilaksanakan dan banyak keluhan dari orang tua dan siswa yang tak memiliki gawai dan kuota internet. Makanya untuk siswa dari keluarga kurang mampu kita bantu, agar mereka tetap belajar,” tuturnya usai Acara Penyerahan Bantuan Kuota dan Pinjaman Gawai di SMAN 9 Bandung, Bandung, Senin 31 Agustus 2020.

Jumlah 38. 323 gawai ini lanjut Dedi menjelaskan, bukan pengadaan baru di 2020, tetapi  di 2019 dari anggaran bantuan operasional siswa (BOS) kinerja. Awalnya gawai ini pun diperuntukkan ujian bagi siswa sekolah dan fungsi lainnya.

“Gawai ini disimpan di sekolah, dan karena sekolah tatap muka pun belum bisa dilaksanakan. Kenapa tidak gawai ini dipinjamkan untuk kepentingan siswa (mengikuti PJJ). Seperti di SMA 9 Kota Bandung ada 376 tablet, dan akan dipinjamkan untuk siswa yang  kurang mampu,” jelas dia.

Program peminjaman gawai ini tambah Dedi, hanya diterapkan di 13 cabang dias pendidikan atau hanya sekolah yang BOS-nya dipergunakan untuk membeli gawai pada anggaran 2019. Saat ditanya soal  jumlah sekolah yang menerapkan program peminjaman gawai secara rinci, Dedi tidak bisa menjawab. Dia hanya menjawab jumlah gawai dan sekolah tertentu saja.

Ditempat yang sama salah satu perwakilan orang tua siswa SMA 9 Bandung, Trista 40 tahun mengaku senang atas bantuan peminjaman gawai termasuk kuota internet Rp150.000 yang diberikan Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui SMA 9 Bandung. Ia mengaku saat sekolah tidak lagi tatap muka, tapi daring ia merasa kesulitan karena harus mengeluarkan uang untuk  membeli kuota internet. Belum lagi gawai yang dimiliki anaknya saat ini kurang memadai untuk mengikuti proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Saya mewakili orang tua siswa lainnya (yang mendapatkan bantuan) mengucapkan terimakasih. Bantuan ini sangat membantu kami dan anak kami. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi perhatian dari Dinas Pendidikan Jawa Barat bagi kami siswa dari keluarga kurang mampu,” kata dia.

Ia pun berharap, bantuan gawai dan kuota internat yang diberikan bisa merasa untuk semua siswa kurang mampu di SMA 9 Bandung, dan bantuan akan konsisten diberikan[]

Leave a Reply