Di Jabar, 16 Orang Meninggal karena DBD

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani .

jabarnetwork.com, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani menuturkan kasus demam berdarah dengue (DBD) terus mengalami peningkatan. Per Maret  2020, angka kematian akibat DBD sudah mencapai 16 orang.

“Kasus demam berdarah dengue (DBD) harus menjadi perhatian khusus pemerintah pusat maupun daerah. Sebab angka pasien yang menderita maupun meninggal dunia akibat penyakit ini terus bertambah sampai saat ini,” tutur Berli di Gedung Sate, Bandung, Jumat 13 Maret 2020.

Sampai saat ini Jawa Barat masih menjadi salah satu provinsi dengan angka kematian tertinggi akibat demam berdarah dengue (DBD). Tercatat sudah 4.600 orang terjangkit DBDB dan 16 orang meninggal pada triwulan pertama di 2020.

“Dari beberapa daerah, Kabupaten Ciamis menjadi wilayah paling banyak orang meninggal akibat DBD. Terakhir, dilaporkan 3 orang meninggal akibat DBD ini,” kata Berli.

Sedangkan Kabupaten Bogor tercatat sudah ada 443 orang terkena DBD, Ciamis 381 dan Kota Bandung 378. Kasus DBD tertinggi biasanya di daerah dengan pemukiman yang padat penduduk. Maka tak heran, Kabupaten Bogor, Ciamis disusul Bandung tertinggi angka kejadian DBD-nya.

“Dari kasus 16 orang meninggal karena DBD ini, kebanyakan pasien datang terlambat atau telat penangannya medisnya karena saat ke rumah sakit datang dengan suhu sudah tinggi atau dalam kondisi sudah parah. Sehingga sulit untuk menanganannya,” keluh dia.

Berli pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Barat terutama di daerah yang masuk zona merah DBD berhati-hati dan menerapkan hidup sehat. Jangan membiarkan ada air yang tergenang, sampah menumpuk,baju menggantung, dan lain sebagainya[]

Leave a Reply