Daftar Wilayah Aglomerasi Khusus Dibuka Hanya untuk Para Pekerja


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto:Humas Pemda Provinsi Jawa Bara

jabarnetwork.com, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan tidak mengizinkan mudik lokal meskipun berada di wilayah aglomerasi.

Wilayah aglomerasi di Jawa Barat diantaranya; Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat atau KBB, dan Kabupaten Sumedang.

Sedangkan aglomerasi lain Bodebek diantaranya; Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, dan Kota Depok. 

“Narasinya sama dengan pemerintah pusat, mudik lokal itu tidak diperkenankan,” tutur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam siara pers Humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diterima JBN di Bandung, Minggu 9 Mei 2021.

Aglomerasi Hanya untuk Para Pekerja

Menurut dia, aglomerasi yang dibolehkan hanya untuk para pekerja saja, diluar itu sama sekali tidak diizikan.

“Yang diperbolehkan hanya untuk para pekerja saja,” tegas dia.

Meskipun sudah ada aturan jelas terkait larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021,  termasuk larangan mudik lokal. Tapi, ironisnya masih saja masyarakat yang memaksa mudik dengan tujuan mudiknya ke Jawa Barat.

Sekitar 7% warga yang nekad mudik ke Jawa Barat, pemudik terbanyak datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kurang lebih 400 ribuan pemudik yang harus kami waspadai di wilayah Jabar,” ujar dia.

Untuk diketahui, selama penerapan larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021. Setidaknya ada sekitar 158 titik penyekatan di Jawa Barat.

Titik penyekatan tersebut tersebar di batas-batas kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Penyekatan arus mudik dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

Selama dua hari penyekatan pada masa penerapan larangan mudik 6 sampai 7 Mei 2021. 

Petugas gabungan dari kabupaten dan kota berhasil memutar balikan 22.000 kendaraan kembali ke kota asal.

“Sudah 22.000 (kendaraan) diputarbalikkan karena ketahuan curi-curi mudik,” kata dia.

Sementara itu, sebelumnya Direktorat Lalu lintas (Ditlantas Polda Jawa Barat Kombes Pol Eddy Djunaedi, selama pelaksanaan penyekatan ini, Polda Jawa Barat dengan tegas tidak akan menolerir oknum polisi yang sengaja meloloskan pemudik.

Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas bagi oknum polisi yang berani meloloskan pemudik.

“Pasti ada sanksinya. Sanksi tegas,” kata dia, Bandung, Minggu 9 Mei 2021.

Apabila diketemukan oknum polisi yang melanggar, provos akan segera menindaknya dan akan memberikan sanksi tegas.

“Meksi begitu, saya meminta kepada para anggota Polisi untuk bersikap humanis dalam menghadapi para pemudik di titik pemeriksaan,” pinta dia[]

Leave a Reply