Christ Wamea Sebut TWK yang Digagas Firli Bahuri sebagai Tes Wawasan Anggota PKI

Ketua KPK Firli Bahuri.

jabarnetwork.com,  Tokoh Papua Christ Wamea menilai tes wawasan kebangsaan atau TWK sebagai tes wawasan sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Apabila pertanyaannya seperti ini, apakah mau jadi istri kedua atau ketiga, kalau pacaran ngapain saja,  apakah mau melepas jilbab, apakah semua Cina sama. pilih Alquran atau Pancasila.

“Ini bukan pertanyaan tes wawasan kebangsaan, tapi pertanyaan tes wawasan sebagai anggota PKI (sambil menyematkan foto pertanyaan-pertanyaan TWK),” cuit dia dikutip JBN Bandung,dari Twitter pribadinya @PutraWadapi yang diunggahnya pada Minggu, 30 Mei 2021.

Cuitannya Christ Wamea ini langsung direspon netizen. Retweet sampai 1.635 dan disukai sampai 4.772 dan tweet kutipan sampai 130 hingga berita ini dibuat.

Dari semua komentar yang ada dalam cuitannya tokoh Papua ini, komentar didominasi oleh sikap miris netizen atas pertanyaan TWK yang tidak sama sekali erat kaitannya dengan kerja-kerja pemberantasan korupsi di Indonesia.

Seperti yang disampaikan netizen Sustiati yang menanyakan pertanyaan TWK kenapa spesifik langsung ke agama Islam.

“Kenapa yang terakhir, pertanyaannya harus spesifik Alquran? Kenapa enggak disebut kitab suci saja? Apakah yang bukan Islam akan ada pertanyaan memilih Alkitan atau Injil apa Pancasila? Kenapa hanya jilbab, adakah pertanyaan apakah kamu bersedia melepas kalung salib yang kamu pakai,” tanya Sustiati@Sustiati5.

“Membacanya saja sudah jijik, mana mungkin lulus kalau saya yang dites,” ucap @Putrima688.

“Lambat laut pasti semuanya akan kebuka siapa sutradaranya,” ungkap @mulyadi0922.

“Memang PKI yang buat pertanyaan agama dan sosialis sama dengan pertanyaan iblis,” ucap @rusliwx.

“Perlu di interview juga ini om yang bikin soal, jadi tahu wawasan model apa yang dibenaknya. Enggak masuk akal kerja bagus bertahun-tahun kandas hanya tes teori yang enggak jelas maksudnya,” kata @Abun82415639.

Innalillahiwainnailaihirojiun benarkah ini? Alquran itu kalamullah, sedangkan Pancasila itu produk manusia. Jelas tidak bisa disejajarkan,” keluh @Saiful_arfn.

Untuk diketahui sebelumnya ramai berita pertanyaan-pertanyaan tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dianggap tak berkelindan dengan kerja KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Pertanyaan TWK justru memuat pertanyaan lebih kepada perilaku dan pandangan terhadap agama Islam.

Seperti pertanyaan, apakah bersedia melepas jilbab, pertanyaan menggunakan qunut atau tidak saat salat.

Sampai dalam TWK tersebut justru menanyakan sikap terkait kasus FPI, HRS dan sederet pertanyaan yang dianggap publik tidak nyambung dengan tugas dan fungsi KPK[]

Leave a Reply