BMKG Ingatkan Waspada Ancaman Banjir Bandang Landa Jawa Barat

Banjir di Kabupaten Karawang. (Sumber: Humas Pemda Provinsi Jawa Barat). .

jabarnetwork.com, Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak atau Impact Based Forecast (IBF) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jawa Barat, Tengah dan Jawa Timur serta Banten berpotensi banjir bandang dengan status siaga selama dua hari mulai 10-11 Februari 2021.

Sementara itu, untuk potensi banjir bandang kategori menengah.  Merujuk dari analisis terintegrasi dari data BMKG, PUPR dan BIG diprediksikan ada beberapa daerah yang berpotensi banjir bandang kategori menengah pada Dasarian II Februari 2021 atau selama sepuluh hari ke-2. Daerah yang dimaksud diantaranya; sebagian kecil Jawa Barat bagian Tmur, sebagian kecil daerah Aceh bagian Selatan, sebagian kecil Jambi bagian tengah, sebagian kecil Jawa Tengah bagian Utara, Jawa Timur bgian Timur, Sulawesi Tengah bagian Selatan, Sulawesi Selatan bagian Selatan, Sulawesi Tenggara bagian Utara, dan sebagian kecil wilayah Papua Barat bagian Timur, Tengah dan Utara.

Tak hanya itu, Jawa Barat dan sekira 12 provinsi lainnya pun berpotensi adanya pertumbuhan awan Cumulimbus (Cb) di wilayah Udara dengan persentase cakupan spasia maksimum antara 50-75% (OCNL atau Occasional) selama 8 hingga 14 Februari 2021.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto,berdasarkan analisa BMKG hampir seluruh wilayah di Indonesia atau (96% dari 342 zona musim) tengah memasuki musim hujan dan akan memasuki puncaknya pada Februari 2021.

“Analisa BMKG menunjukkan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh munculnya pusat tekanan rendah disekitar wilayah Australia dan munculnya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Utara Indonesia,” tutur dia dalam siaran pers-nya yang diterima jabarnetwork.com di Bandung, Rabu 10 Februari 2021.

Sehingga hal ini memengaruhi pola arah dan kecepatan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia. Selain itu, kondisi labilitas atmosfer yang kuat disebagian wilayah Indonesia dapat turut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstream seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” imbau dia[]

Leave a Reply