Biar Tak Mengalami Seperti Kasus Ibu dari Dino Patti Djalal, Begini Caranya

Dino Patti Djalal (Sumber: @dinopattidjalal)

jabarnetwork.com,  Praktik pencurian atau pemalsuan sertifikat tanah oleh mafia tengah menjadi sorotan publik, akibat besarnya pemberitaan atas kasus yang menimpa ibu dari Dino Patti Djalal.

Agar tidak ada lagi kasus serupa. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaannya, mengingat pencurian atau pemalsuan dan modus lain banyak digunakan oleh para mafia tanah. Supaya tidak mengalami kejadian seperti ibu dari Dino Patti Djalil berikut langkah antisipasi;

1. Jangan Pernah Meminjamkan Sertifikat Tanah

Salah satu langkah yang dilakukan agar sertifikat tanah, rumah dan sebagainya tidak dicuri atau dipalsukan yaitu, jangan pernah meminjamkan sertifikat hak milik (SHM) tanah dan lainnya kepada orang lain. Apalagi kepada pihak yang belum kita kenal, bahkan saudara sekalipun. Sebaiknya jangan dipinjamkan atau diperlihatkan.  

“Saya sebagai praktisi (pengacara) hukum banyak menangani kasus sengketa atau konflik tanah dengan berbagai modus. Dari sekian banyak kasus yang menyangkut sengketa tanah ini, biasanya berawal dari kelalaian pemilik tanah tersebut yang pernah meminjamkan atau memperlihatkan sertifikat tanahnya kepada orang lain,” tutur Praktisi hukum Boyke Luthfiana Syahrir saat dihubungi dari Bandung, Kamis 11 Februari 2021.

2. Waspada dengan Orang yang Pura-Pura Menjadi Calon Pembeli

Dari berbagai modus yang banyak digunakan mafia tanah, kebanyakan berpura-pura menjadi calon pembeli. Biasanya mafia bekerja secar terorganisir, siapa yang menjadi calon pembeli, memalsukan sertifikat dan lain-lainnya.

“Modus seperti ini yang banyak digunakan mafia. Makanya hati-hati saat menjual tanah atau rumah jangan sampai meminjamkan sertifikat apapun, temasuk dokumen penting lainnya,” kata dia.

3. Berikan Tanda atau Batas Tanah

Cara ini mungkin dianggap sepele lanjut Boyke mengatakan, tapi jangan lupa mafia tanah punya berbagai modus. Biasanya dari tanah, lahan atau rumah kosong yang tak diberikan tanda atau batas bahkan keterangan kepemilikan menjadi celah para mafia untuk merampas. Setelah mengetahui ada lahan yang kosong biasanya mafia mengaku-ngaku dan memalsukan sertifikat lahan kosong tersebut, atau sering disebut tumpang tindih kepemilikan dan ini banyak terjadi di pengadilan.

“Makanya, saya mengingatkan kalau punya tanah, rumah kosong harus diberikan tanda, batas atau keterangan kepemilikan. Jangan sampai dibiarkan begitu saja, ini yang biasanya dimanfaatkan mafia,” ujar dia.

4. Hati-Hati Modus Tanah Warisan

Modus yang patut diwaspadai lainnya yaitu, pihak yang tiba-tiba mengaku ahli waris. Modus ini juga banyak terjadi tak hanya pada lahan yang luasnya besar atau yang menyangkut korporasi. Tanah atau lahan milik perorangan pun banyak terjadi apalagi yang nilai tanahnya besar.

“Modus sengketa tanah memang banyak. Saya sering menangani kasus sengketa tanah karena ada pihak yang mengaku ahli waris tanpa ada bukti kuat. Walaupun si pemilik asli punya sertifikat atas tanah saat itu, tetapi dengan adanya pihak yang mengaku ahli waris ini bisa jadi masalah dan banyak terjadi sampai di pengadilan,” ucap dia.

Mengingat banyak modus yang dilakukan mafia tanah, Boyke mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya. Jangan sampai terbujuk rayu oleh tawaran nilai tanah murah dan segala tipu daya[]

Leave a Reply