Benarkah Santri di Jabar Boleh Mudik? Begini Jawaban Panglima Santri

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (Foto: Humas Pemda Provinsi Jawa Barat)

jabarnetwork.com,  Ramai kabar para santri mendapatkan dispensasi pada masa aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Hal ini berawal dari usulan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sebelumnya banyak menerima keluhan dari para ulama pimpinan pondok pesantren.

Usulan dispensasi bagi para santri dalam larangan mudik tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amien. Hingga, wakil presiden mengeluarkan pernyataan yang meminta para santri mendapatkan dispensasi.

Meski akhirnya pernyataan wakil presiden tersebut dianulir oleh melalui juru bicaranya Masduki Baidlowi karena berujung polemik.

Merespon polemik dispensasi para santri dalam aturan larangan mudik mudik 6-17 Mei 2021. Panglima Santri yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat.

Meski begitu, secara pribadi Uu Ruzhanul Ulum memilih bersikap tegas  dan melarang para santri khususnya di Jawa Barat untuk mudik.

“Menegaskan tidak ada dispensasi bagi santri pada masa aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021,” tutur dia dalam siaran pers Humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diterima jbn,  Jakarta, Rabu 28 April 2021.

Menurut Uu, pernyataan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin terkait dispensasi mudik bagi santri yang tengah ramai tersebut baru bersifat usulan.

Sampai saat ini pun belum ada aturan tertulis baru terkait polemik dispensasi para santri dalam aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021 dari Pemerintah Pusat.

“Belum ada aturan baru dari pemerintah soal larangan mudik. Artinya, santri juga harus mengikuti aturan tersebut,” tegas Uu.

“Kami fatsun kepada pemerintah pusat. Selagi belum ada aturan baru. Kami tetap menggunakan aturan konsep lama, artinya tetap dilarang mudik,” ucap Uu.

Panglima Santri Rekomendasikan Para Santri Mudik Lebih Awal

Walaupun sampai saat ini belum ada aturan atau pernyataan resmi  terkait dispensasi para santri dalam aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Uu pun menyarankan para santri mudik lebih awal sebelum aturan larangan mudik tersebut diberlakukan.

Hal ini mengingat masa normal para santri biasanya diliburkan pada hari ke-20 Ramadan. Pesantren memadatkan pembelajaran agar santri dapat pulang lebih awal.

Sehingga, mereka baru bisa pulang setelah 20 Ramadan. Sementara bila santri baru diliburkan pada 20 Ramadan maka akan sangat berdekatan dengan tanggal 6 Mei 2021.

“Maka sebelum tanggal 6 Mei 2021, pengelola pesantren mulai memikirkan kepulangan santri dari sekarang. Apalagi sebelum tanggal 6 Mei, yang diberlakukan Pemda Provinsi Jabar barulah pengetatan mudik,” kata Uu.

Sehingga perjalanan dalam negeri masih diperbolehkan dengan syarat- syarat tertentu. Misalkan negatif Covid-19 berdasarkan rapid antigen, GeNose atau PCR ataupun syarat- syarat umum lainnya selama masa pandemi.

Uu juga menyebut bahwa personl gabungan telah menyiapkan 133 posko mudik. 

“Jadi santri yang mau pulang silakan sebelum tanggal 6 Mei, tapi sertakan surat keterangan bebas COVID-19,” ucap dia[]

Sumber:

Siaran pers Humas Pemda Provinsi Jawa Barat

Leave a Reply