Bapak yang Marahi Kasir Indomaret Akhirnya Minta Maaf


Azhar Efendi (tengah) bersama kasir Indomaret (kanan) saat mengkarifikasi (Facebook Eris Riswandi @eris1011)

jabarnetwork.com, Seorang bapak yang komplain sambil marahi kasir minimarket gara-gara anaknya membeli voucher game online ratusan ribu rupiah, yang videonya viral di media sosial akhirnya mengklarifikasi dan meminta maaf.

Bapak dalam video viral tersebut diketahui bernama Azhar Efendi, mengaku tidak mengetahui mengenai sistem pembelian voucher game online yang telah dibeli anaknya sampai Rp800 ribu

Sehingga akhirnya emosi dan memarahi salah satu pegawai Indomaret.

“Selamat malam, dalam video ini saya Azhar Efendi hendak mengklarifikasi atas video yang tersebar dari saya di Indomaret Simpang Mayang Perdagangan II Seberang (Simalungun, Sumatera Utara),” tutur Azhar Efendi yang dilansir JBN dari akun Facebook Eris Riswandi @eris1011, Bandung, Kamis 13 Mei 2021.

“Hal ini murni karena ketidaktahuan saya atas sistem pembelian voucher game online yang telah dibeli anak saya, sehingga saya larut dalam emosi,” kata dia.

Kedua belah pihak dalam video tersebut, pihak Indomaret maupun Azhar Efendi bersepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

“Disini dengan pihak Indomaret sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ujar dia.

“Mohon maaf kepada pihak Indomaret dan seluruh pihak yang tidak berkenan dalam video tersebut, dengan ini permasalahan dalam video tersebut sudah selesai secara baik, dan tidak diperpanjang,” ujar Azhar Efendi mengakhiri.

Untuk diketahui, sebelumnya viral video yang memperlihatkan seorang bapak komplain sambil marahi  karyawan minimarket, Indomaret di media sosial.

Bapak tersebut marah lantaran anaknya yang masih kelas 6 SD dibiarkan, tetap dilayani saat membeli game online sebesar Rp800 ribu.

Alih-alih memarahi sang anak karena kelakuannya tersebut. Sang bapak yang diketahui bernama Azhar Efendi justru marah, dan menyinggung soal perlindungan konsumen, terlebih konsumen anak di bawah umur.

Hingga mempertanyakan peraturan Indomaret terkait peratuan pembelian game online untuk konsumen, khususnya konsumen usia anak kelas 6 SD.

“Delapan ratus ribu itu gak wajar buat game online. Sekarang gini, perlindungan konsumen ini dimana. Tahu gak kalian, dewasa gak kalian,” tanya sang bapak kepada kayawan Indomaret dalam video yang diunggah @ndagles dikutip JBN, Bandung, Rabu 12 Mei 2021.

“Ada peratuan Indomaret bahwasanya anak dibawah umur diperbolehkan beli game online Rp800 itu diperbolehkan? Ada peraturan tertulisnya? Bisa saya lihat. Ada gak batasannya,” tanya si bapak kepada pegawai Indomaret.

Dalam video tersebut, pegawai Indomaret tersebut pun hanya bisa pasrah dan menjawab “saya hanya menjalani sesuai peraturan Indomaret. Peraturan tertulisnya enggak ada, cuma kan, kami tugasnya hanya melayani. Gak ada batasannya (batasan aturan pembelian game online).” jawab pegawai Indomaret[]

Leave a Reply