Ade Armando Sebut Hobi Pamer Kekayaan Atta Halilintar Sama Bahaya dengan Radikalisme Agama


Youtuber Atta Halilintar (Foto: Instagram @attahalilintar)

jabarnetwork.com,  Pakar Komunikasi Indonesia, Ade Armando mengkritik keras sikap pamer kemewahan, kekayaan Youtuber Atta Halilintar, dan sederet artis lainnya yang sama-sama hobi mempertontonkan kekayaan, kemewahan di media sosial.

Ade menilai orang-orang kaya yang sengaja mempertontonkan gaya hidup mewah kepada masyarakat luas sama berbahayanya  dengan radikalisme agama di Indonesia.

“Memamerkan kemewahan akan berbahaya karena akan menimbulkan rasa marah yang terpendam, yang pada titik tertentu bisa disalurkan dalam ledakan penyerangan kepada orang-orang kaya,” tutur dia dalam Chanel Youtube Cokro TV yang dikutip jbrn, Bandung, Jumat 16 April 2021.

Menurut Ade, dalam ilmu sosial dikatakan mereka yang datang dari kelompok ekonomi lemah menjadi frustasi bukan karena kemiskinan mereka, yang bikin mereka frustasi, depresi, marah adalah kalau saat mereka miskin padahal sudah bekerja keras, tetapi mereka melihat ada segelintir orang lain yang terlihat sangat mudah memperoleh kekayaan dan kemudian menghambur-hamburkannya di depan mata mereka.

Mereka (masyarakat miskin) merasa hidup dalam sistem yang tidak adil, dan penyebab ketidakadilan ini adalah orang-orang kaya. Oleh karena itu, orang kaya akan menjadi sasaran kebencian dan kemarahan mereka (masyarakat miskin), itulah yang terjadi dalam revolusi sosial politik di banyak tempat (negara). Seperti revolusi sosial politik yang terjadi di Rusia, Kamboja.

“Bagi mereka yang percaya pada gagasan asli bapak Komunis Karl Mark. Penyebab kemiskinan adalah perilaku kaum borjuis, karena itu dalam revolusi komunis di Rusia atau di Kamboja, kaum borjuis dibunuh semata mata karena mereka adalah kaum kaya,” kata dia.

Dalam konteks di Indonesia seharusnya selalu ingat terhadap ancaman tersebut, revolusi sosial politik. Apalagi ditengah kondisi ketimpangan kelompok masyarakat miskin versus kaya di Indonesia sangat tinggi. Maka dari itu, jangan pamer kemewahan karena pamer kemewahan itu menyakitkan hati, semua agama pun mengingatkan itu.

“Karena itu uang tidak boleh dihambur-hamburkan, melainkan harus digunakan dengan cara seproduktif mungkin agar bisa mensejahterakan mereka yang masih miskin, dan adalah gaya hidup pamer kekayaan bisa menimbulkan kecemburuan dan kemarahan masyarakat,” ujar dia[]

Leave a Reply