Abdy Yuhana Ungkap 85% Generasi Milenial Rentan Terpapar Radikalisme dan Terorisme

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDIP Abdy Yuhana (Foto: dokumen pribadi)

jabarnetwork.com, Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDIP Abdy Yuhana mengeluhkan 85% generasi milenial rentan terpapar radikalisme dan terorisme.

Hal ini sebagaimana temuan BNPT pada Desember 2020.

Menurut Abdy, kondisi tersebut akan diperparah jika Pancasila dihilangkan sebagaimana dalam PP 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang konon katanya akan menghilangkan Pancasila.

“Melihat kerentanan generasi milenial akibat salah satunya tidak adanya Pancasila dalam muatan pendidikan, dianggap indikator dari dampak ikutan kebijakan tersebut,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Bandung, Sabtu 1 Mei 2021.

“Pancasila menempati posisi penting, mengandung konten yang kaya dan secara historis bermakna dalam memberi sumbangan pembentukan imajinasi negara bangsa modern, karena Pancasila adalah nilai moral dan basis  pendidikan kewarnegaraan,” tegas dia.

Pendidikan sangat penting dalam pengembangan karakter, etika, dan integritas pada anak didik

Sementara, Pancasila menempati posisi unik, karena mengandung nilai yang kaya akan sejarah dan bermakna dalam memberi sumbangan bagi pemikiran masa depan.

Sebab Pancasila adalah nilai moral dan basis pendidikan kewarnegaraan.

Terbitnya PP 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menghilangkan Pancasila sebagai materi dan muatan wajib kurikulum mulai dari jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

Hal ini tertuang dalam pasal 40 ayat 2 dan 3 yang menyebutkan, kurikulum pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi hanya wajib memuat pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa.

Abdy mengungkapkan PP Nomor 57 tahun 2021 juga berpotensi mengubur Pancasila melalui jalur Pendidikan Nasional.

“Saya meminta Pemerintah untuk membatalkan Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan dan atau merevisi Pasal 40 muatan kurikulum di berbagai jenjang pendidikan,” pinta dia.

“Saya merekomendasikan untuk melakukan uji materi (judicial review)  terhadap pasal-pasal yang tidak relevan dalam mendukung kemajuan pendidikan karakter bangsa yang tertuang UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,” tandasnya[]

Leave a Reply