110 TKA Asal China Masuk ke Indonesia, KSPI Angkat Bicara

(Foto: Instagram @persatuanburuh)

jabarnetwork.com, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan buruh Indonesia  menuntut pemerintah berhenti mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.

Termasuk TKA dari negara lainnya, terutama di tengah pandemi Covid-19 dengan alasan apapun.

Tuntutan tersebut disampaikan KSPI seiring banyaknya Warga Negara Asing (WNA) asal China yang terus berdatangan masuk ke Indonesia, melalui Bandara Soekarno Hatta.

Terbaru, 110 WNA asal China masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta tepat saat saat lebaran kemarin.

“Bagi buruh, datangnya TKA China pada saat Hari Raya Idul Fitri dengan menggunakan pesawat carteran di tengah pandemi adalah sebuah ironi yang menyakitkan dan menciderai rasa keadilan,” tutur Presiden KSPI dikutip JBN, Bandung, Sabtu 15 Mei 2021.

Menurut Said Iqbal, kondisi ironi ditengah buruh merayakan Hari Raya Idul Fitri tanpa mudik, dan tidak bisa melepas rindu dengan orang tua atau keluarga.

Bahkan ada sebagian buruh belum menerima THR serta puluhan ribu yang lain ter-PHK akibat pandemi.

Justru, ada berita 114 WNA masuk Indonesia, dan 110 orang diantaranya adalah TKA asal China. Mereka  masuk ke Indonesia menggunakan pesawat carteran saat lebaran.

“Lagi-lagi TKA digelar karpet merah oleh pemerintah, ini sangat menciderai rasa keadilan buruh indonesia,” keluh dia.

Sungguh sangat ironi kata Said Iqbal, kedatangan 110 TKA asal China tersebut ditengah kondisi jutaan pemudik yang menggunakan motor.

“Dan bisa dipastikan mereka adalah buruh, justru dihadang di perbatasan-perbatasan kota,” keluh dia.

“Padahal buruh yang mudik tidak mencarter pesawat, tetapi membeli sendiri bensin motor,” ujar dia.

“Dan (biaya) makannya di saat sebagian dari mereka,  uang THR-nya tidak dibayar penuh oleh pengusaha,” keluh dia.

Ditengah pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi masyarakat Indonesia, tetapi TKA dibiarkan masuk melenggang kangkung ke Indonesia.

“Di tengah pandemi dan lip services atau hanya pemanis  bibir tentang pembayaran THR,” ujad dia.

KSPI secara tegas mendesak pemerintah bersikap adil, menegakkan aturan, dan menunjukkan keberpihakannya terhadap kepentingan nasional para buruh lokal, bukan TKA[]

Leave a Reply