Unisba: Lagi, Polisi Lakukan Tindakan Refresif

Kaca jendela pos satpam yang rusak karena ditembaki gas air mata oleh aparat polisi saat mengamankan demonstran.

jabarnetwork.com, Pihak Universitas Islam Bandung (Unisba) membenarkan adanya tindakan refresif hingga sweeping oleh aparat kepolisian ke massa pendemo aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang masuk ke kampus kemarin malam. 

Ditemui di Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Kepala Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Unisba, Hartono menceritakan kronologis kejadiannya. Setelah Isya, massa (kurang lebih 1.000) masuk ke kawasan Unisba dari segala sisi. Massa tersebut berhamburan lari tunggang langgang masuk ke kampus karena didesak mundur ditembaki gas air mata dengan membabi buta oleh aparat kepolisian. 

“Saya ada di kampus kemarin malam. Saya menyaksikan kericuhan, aparat kepolisian yang menembaki pendemo (yang didominasi mahasiswa) ditembaki gas air mata serampangan,” kata diaBandung, Jumat 9 Oktober 2020. 

Setelah sebagian massa masuk ke kampus dan ada di luar kampus, aparat kepolisian tetap saja menembaki gas air mata kepada para pendemo, tak terkecuali yang ada di dalam kampus. Mereka terus menembaki massa yang didominasi mahasiswa dari berbagai universitas tersebut agar mereka keluar. 

Melihat aksi refresif aparat kepolisian tersebut, salah satu satpam yang berjaga di Gedung Rektorat Unisba mengingatkan kalau wilayah ini kampus yang seharusnya tidak sampai ada aksi refresif atau sweeping dari kepolisian. Tapi, direspon emosi oleh aparat kepolisiannya sambil memaki satpam tersebut dengan bahasa kasar, dan kena pukul. 

“Ada satpam yang mengimbau tapi malah dimaki pakai bahasa kasar dan dipukul oleh kepolisian,” ungkap dia. 

Massa pendemo pun tak mau kalah saat ditembaki gas air mata membabi buta oleh aparat kepolisian, massa pun akhirnya menyerang dan berusaha mengejar polisi yang menembaki massa pendemo. Karena kalah banyak, beberapa polisi akhirnya mundur dan ada 1 polisi yang tertinggal pasukannya. 

“Saya pun mengamankan polisi tersebut karena khawatir dihajar massa yang marah. Saya bilang sama polisi tersebut, udah disini saja dulu biar aman. Setelah itu, polisi tersebut menghubungi teman lainnya,” jelas dia. 

Akibat tindakan refresif tersebut terang dia, sejumlah fasilitas kampus rusak mulai dari kaca pecah di pos satpam LPPM Unisba dan pos satpam Gedung Rektorat Unisba karena terkena tembakan aparat kepolisian. Ada dua satpam yang dipukul polisi dengan tangan dan yang satu pakai senapan. Bukti atas tindakan refresif tersebut sudah kampus simpan untuk pembuktian. Sementara itu untuk jumlah mahasiswa Unisba yang terkena sweeping, sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Unisba (bagian kemahasiswaan), yang jelas ada tindakan refresif dari aparat kepolisian. 

“Banyaknya massa datang ke kampus mungkin dikiranya Unisba dijadikan tempat evakuasi kayak dulu, tapi sekarang kan tidak ada. Adanya di Unpas,”.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Rektor III Unisba Asep Ramdan Hidayat membenarkan kejadian yang ketiga kalinya tersebut. Namun demikian ia belum mau mengeluarkan pernyataan resmi terkait tindakan refresif aparat kepolisian yang masuk ke kampus hingga aksi pengrusakan fasilitas kampus oleh aparat kepolisian kemarin[]

Leave a Reply