Ubah Persepsi Buruk Masyarakat terhadap Anggota Dewan, Setwan Jabar Gelar Raker Perencanaan


Kabag Keuangan Setwan DPRD Jawa Barat Iis Rostiasih (kiri) bersama
Ketua Rapat Kerja Perencanaan se- Jabar, Dodi Sukmayadi (kanan) disela-sela acara Rapat
Kerja Perencanaan Setwan se-Jawa Barat 
di Hotel Grand Pasundan Bandung, Selasa (5/03/2019)

JabarNetwork.com-Setwan Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Perencanaan Setwan se-Jawa Barat di Grand Pasundan Bandung, Selasa (5/03/2019).

Tujuannya untuk menyamakan persepsi tugas dan fungsi (Tupoksi) Sekretariat Dewan terhadap tugas dan wewenang anggota DPRD yakni, fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya termasuk kebijakan Pemerintah Daerahnya.

Terutamanya, mengubah paradigma buruk masyarakat terhadap kinerja anggota Dewan yang dinilai kurang kerja, tak mewakili rakyat dan persepsi buruk lainnya.

Menurut Ketua Rapat Kerja Perencanaan Setwan se-Jawa Barat, Dodi Sukmayadi selama ini masih ada perbedaan persepsi dalam menerjemahkan tugas dan fungsi (Tupoksi) Setwan terutama dalam hal tugas dan wewenang anggota Dewan. Sehingga secara tidak langsung berdampak terhadap paradigma masyarakat yang menilai kinerja anggota DPRD tidak baik, bahkan penilaian warga anggota dewan tidak memiliki program kerja yang jelas dan terukur.

“Image yang kurang baik ini, tentunya harus diperbaiki. Untuk itu, kami dari Setwan Jabar hari ini menggelar acara Rapat Kerja Perencanaan yang diikuti 27 Setwan Kabupaten dan Kota se-Jabar yang dibuka langsung oleh Sekretaris DPRD Jabar, Toto M Toha,” tuturnya, Bandung, Selasa (5/03/2019).

Lebih lanjut Dodi menjelaskan, untuk mengubah persepsi buruk masyarakat terhadap anggota dewan dan mewujudkan persamaan persepsi ,dalam rapat kerja tersebut Sekwan DPRD Jabar, Toto M Toha meminta kepada seluruh peserta Raker dapat mendiskusikan dan memplenokan program kerja 2019-2023.

“Hal ini penting agar menyamakan persepsi terhadap Tuposi Setwan dalam memberikan pelayanan terhadap para anggota dewan dan masyarakat,” jelas Dodi.

Dodi menerangkan, selama ini baru Setwan Jabar dan beberapa Setwan Kabupaten atau Kota yang mendapatkan predikat A dalam Lakip-nya (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah). Untuk itu, ke depan kita ingin seluruh Setwan Kabupaten dan Kota se-Jabar harus mendapatkan predikat A dalam Lakip-nya.

“Untuk mewujudkannya, maka dari itu kita samakan dulu persepsi kita tentang tugas dan fungsi Setwan, dan untuk mendorong agar Setwan se-Jabar mendapat predikat A, tentunya dimulai dari saat perencanaan, pelaksanaan dan laporan atau pertanggungjawaban termasuk juga pengawasan. ” terang dia.

Peran Humas dan Protokol Setwan Dikedepankan

Adapun terkait paradigma buruk masyarakat salah satunya yang menilai bahwa anggota dewan kerjanya hanya jalan-jalan. Dodi mengatakan, bahwa anggota dewan jalan-jalan tersebut dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Seperti budgeting, legislasi dan pengwasan terhadap penyerapan dan penggunaan anggaran yang dilakukan SKPD,” katanya.

Dodi mengakui bahwa masyarakat rerata tidak paham terkait pola kerja anggota DPRD. Sehingga muncullah penilaian buruk masyarakat tersebut. Untuk itu, sudah menjadi tugas Setwan terutama Humas dan Protokol yang wajib mengubah pandangan buruk masyarakat tersebut melalui masifnya pemberitaan semua aktifitas kedewanan dan setwan. 

“Lantas pertanyaannya, bagaimana agar masyarakat paham ?Ya salah satu caranya Humas dan protokol Setwan harus merangkul dan menjalin kemitraan yang harmonis dengan berbagai media massa (elektronik, cetak dan Online),” katanya.

Baik buruknya penilaian masyarakat terhadap kinerja anggota dewan dan Setwan, tentunya tidak terlapas dari peran penting humas dan prokol. Untuk itu, ke depan peran Humas Setwan harus ditingkatkan.  


Kabag Keuangan Setwan DPRD Jawa Barat Iis Rostiasih

Ditempat yang sama, Kabag Keuangan Setwan DPRD Jawa Barat Iis Rostiasih menambahkan kegiatan ini adalah kegiatan perdana rapat kerja Humas dan Protokol se Jawa Barat. 

“Mudah-mudahan ke depan, bisa setiap tahun, melaksanakan kegiatan ini. Sebab, hal ini juga berkaitan dengan program atau visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang mewujudkan masyarakat Jabar Juara Lahir Batin, Inovatif dan Kolaboratif,” tambah lis.

Melalui acara ini jelas lis, sebagai salah satu upaya kolaborasi untuk menyamakan persepsi dan terutamanya bisa mendukung program atau mengkolaborasikan program Pemerintah Provinsi Jabar dengan program Kabupaten dan Kota.

“Diharapkan dari kegiatan ini seluruh sekretariat DPRD mempunyai visi dan misi yang sama. Outputnya, mudah-mudahan DPRD se Jabar mempunyai indikator yang jelas dalam merencanakan program kerja. Sehingga pada saat dilakukan penilaian LAKIP dapat memperoleh predikat “A”, tutupnya.

Leave a Reply