Pajak Kendaraan Bermotor Turun, Komisi III Dorong Stimulus Selain Diskon

Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Sugianto Nanggolah.

jabarnetwork.com, Komisi III DPRD Jawa Barat meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat memperbanyak program stimulus untuk pajak kendaraa bermotor (PKB), atau inovasi lain selain diskon  yang lebih menarik bagi wajib pajak.

“Sekarang ini kan dengan adanya pandemi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jabar terutama dari PKB ini turunnya besar karena kemampuan masyarakat untuk membayar PKB ini turun. Ini jadi permasalahan, maka harus ada stimulus lain selain diskon,” tutur Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Sugianto Nanggolah, Bandung, Senin 19 Oktober 2020.

Berbagai stimulus untuk PKB ini pun lanjut Sugianto menjelaskan, harus disertai dengan stimulus ekonomi dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Sehingga, masyarakat memiliki kemampuan membayar pajak tetapi pajak yang tidak begitu memberatkan (karena diringankan dengan berbagari stimulus pajak).

“Dari berbagai jenis pajak, PKB paling turun karena banyak yang tidak membayar. Nah, ini seharusnya stimulus pertumbuhan ekonomi bisa memberikan daya ungkit masyarakat membayar pajak (ditambah dengan stimulus pajaknya),” jelas dia.

Menurut Sugianto, PKB menjadi komponen pajak paling berkontribusi pada PAD Jawa Barat. Setelah itu baru Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Sehingga, saat penerimaan PKB turun hal tersebut sangat berdampak pada PAD Jawa Barat.

“PKB turunnya kurang lebih 50% bahkan lebih, sedangkan PAD lain seperti bagi hasil dan lainnya sebagainya masih sama,” kata dia.

Untuk diketahui dalam APBD 2020 PAD Provinsi Jawa Barat turun sekitar Rp4,2 triliun atau dari yang diproyeksikan sekitar Rp25 triliun menjadi Rp21 trilun (sebelum adanya anggaran PEN). Dari komponen PAD tersebut, PKB yang diproyeksikan sekitar Rp11 trilun turun menjadi Rp9,6 triliun atau turun sekitar Rp2 triliun.

Item penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Provinsi Jawa Barat diantaranya; sedan, jeep, station wagob umum, pribadi dan dinas. Bus, microbus pribadi, umum dan dinas.Truk, light truck, pick up pribadi, umum dan dinas. Kendaraan khusus pribadi, umum dan dinas. Sepeda motor pribadi, umum dan dinas.

Bea Balik Nama Kendraan Bermotor (BBNKB) untuk sedan, jeep, station wagob umum, pribadi dan dinas. Bea Balik Nama Kendraan Bermotor (BBNKB) untuk bus,microbus pribadi, umum dan dinas. Balik Nama Kendraan Bermotor (BBNKB) untuk truk, light truck, pick up pribadi, umum dan dinas. Balik Nama Kendraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan khusus pribadi, umum dan dinas. Balik Nama Kendraan Bermotor (BBNKB) untuk sepeda motor pribadi, umum dan dinas.

Kemudian, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) diantaranya; premium, solar, pertamax, pertamina dex, pertalite, pertamax turbo, pertamacx racing, dexlite, BBG, shell regular, shell supre, shell V power, shell diesel, performance 90, performance 92, performance 95, revvo 89, revvo 90, revvo 92, revvo 95, solar industri (HSD)[]

Leave a Reply