Ini Pendapat Kubu Jokowi dan Prabowo di Jabar Jelang Debat Pilpres ke-2

Wakil Ketua DPW PPP Jabar Yusuf Fuad

JabarNetwork-Debat kedua Pilpres 2019 akan digelar hari ini. Kebetulan tema  pada debat kedua Pilpes 2019 mengusung tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan infrastruktur.

Dari laga debat kedua Pilpres 2019 ini, masing-masing kubu 01 dan 02 sangat berharap dapat meningkatkan elektabilitasnya terutama menjelang pemungutan suara pada 17 April mendatang.

Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat Yusuf Fuad mengklaim bahwa laga debat kedua Pilpres 2019 akan membawa pengaruh baik (elektabilias) terhadap Jokowi-Ma’ruf. Alasannya, tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan infrastruktur merupakan persoalan yang paling dikuasai oleh Jokowi.

Ditambah dengan keberhasilan Jokowi pada bidang infrastruktur, energi, lingkungan hidup dan SDA sampai ke level daerah menjadi modal Jokowi bisa mengalahkan Prabowo yang hanya menawarkan solusi atau janji semata. Artinya dalam debat kedua ini Jokowi dipastikan akan lebih unggul dibandingkan Prabowo yang sama sekali belum ada bukti keberhasilannya.

“Kita cukup optimis Jokowi lebih unggul dibandingkan Prabowo, dan semoga debat kedua ini bisa meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf terutama di Jabar,” tuturnya, Bandung, Minggu (17/02/2019)>

Yusuf menambahkan, dalam debat kedua ini. Isu-isu lokal yang bisa diangkat menjadi isu nasional seperti keberhasilan Jokowi dalam menangani Sungai Citarum menjadi contoh paling kongkrit meskipun diakui memang masih ada PR yang perlu ditingkatkan lagi.

“Tetapi, pasca Sungai Citarum diambil alih Jokowi kondisi Sungai Citarum menjadi lebih baik dibandingkan sebelum ditangani Presiden langsung,” tambah dia.

Isu lainnya yang tak kalah penting adalah soal solusi sampah dan kerusakan lingkungan, isu ini cukup seksi diangkat terutama keberhasilan Jokowi atas dukungannya di daerah dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup salah satunya akibat sampah.

Ketua BPD Jabar Prabowo-Sandiaga, Abdul Haris Bobihoe

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Jawa Barat Prabowo-Sandiaga, Abdul Haris Bobihoe menuturkan bahwa pada debat kedua ini, BPD Jabar sudah memberikan masukan atau rekomendasi kepada BPN terkait beberapa isu krusial di Jabar yang bisa diangkat atau dikritisi oleh Prabowo.

Salah satunya, soal permasalahan pangan di Jabar. Sebagaimana diketahui bahwa Provinsi Jabar menjadi wilayah produksi pangan terbesar dibandingkan provinsi lain. Namun ironisnya, kebijakan impor yang menjadi kewenangan pusat menggerus eksistensi para petani lokal yang kalah saing dengan harga pangan, seperti beras, gula dan komiditas pangan lainnya.

“Persoalan impor bisa bahan untuk mengkritisi petahana. Contohnya apa yang terjadi di Jabar, ada kebijakan peningkatan produksi tetapi disatu sisi malah ada impor,” tuturnya. 

Kemudian persoalan konsistensi petahana dalam menjaga lingkungan hidup salah satunya di Jabar bisa menjadi bahan untuk dikritisi. Salah satunya soal Citarum yang ditargetkan Jokowi 5 tahun bisa bersih dari pencemaran nyatanya sampai saat ini tak nampak keberhasilan tersebut.

“Kita melihat sudah banyak upaya dari Pemerintah Pusat dan Daerah. Seperti bantuan dana dan mengerahkan beberapa kementerian. Tetapi, lihat Citarum masih kotor,” keluh dia.

Artinya, kubu Prabowo melihat upaya Jokowi belum berhasil membersihkan Citarum. Nampak dari kondisi Sungai Citarum yang tidak ada perubahan signifikan ke arah yang lebih baik. Ironisnya bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat tak jelas sasarannnya kemana.

“Saya melihat ada tumpang tindih kewenangan. Sehingga setiap ada bantuan dari pusat tidak jelas sasaran dan hasilnya kemana dan apa,” katanya.

Pasangan Prabowo-Sandiaga tentu akan lebih baik mengatasi polemik Sungai Citarum ini dengan mengedepankan kolaborasi semua pihak. Terutama dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, khususnya penegakkan hukum. Sebab, selama ini setiap kasus perusahaan yang melanggar terbukti mencemari Sungai Citarum rerata menang di Pengadilan karena dugaan kuat ada “bekingan kuat” dari oknum pusat yang membebaskan perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan dari jeratan hukum.

“Lucu saja, hampir setiap kasus pencemaran kebanyakan perusahaan yang melanggar bebas dari tuntutan hukum. Kita menduga ada keterlibatan oknum pusat yang bermain,” ujarnya.

Siapa yang dimaksud? Tentunya dirinya enggan menjelaskan detailnya, yang jelas dirinya mengklaim apabila Prabowo-Sandiaga menang persoalan Sungai Citarum akan lebih cepat selesai dibandingkan janji Jokowi.

Hal senada pun disampaikan oleh Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Sri Budiharjo Hermawan sangat berharap pada debat kedua Pilpres 2019 ini akan menambahkan keyakinan masyarakat Indonesia khususnya Jabar agar memilih Prabowo-Sandiaga. Alasannya, cukup sederhana dari beberapa tema yang diangkat bagaimana kinerja petahana mampu mengatasi persoalan yang ada.

“Karena saya dari partai pengusung 02, tentunya akan memilih dan mendukung Prabowo-Sandiag. Mudah-mudahan debat kali ini warga Jabar bisa bijak memilih, yaitu memilih 02,” tuturnya.

Melihat dinamika politik saat ini dan perkembangan pemerintah diakui memang ada keberhasilan selama Jokowi menjadi Presiden. Namun, keberhasilan yang dilakukan tidak sebanding dengan gagalnya Jokowi selama menjadi presiden.

“Angka kemiskinan masih tinggi, kebijakan masih belum banyak yang pro rakyat. Subsidi saja pada dihilangkan,” keluh dia.

Leave a Reply