Dongkrak Suara, Jaringan Perempuan PKS Ajak Perempuan di Jabar Tolak RUU Kekerasan Seksual

Jaringan Perempuan PKS saat acara Aspirasi Tokoh Perempuan untuk Indonesia Lebih Baik 2019 di Golden Flower Hotel Bandung, Senin (4/03/2019)

JabarNetwork-Jaringan Perempuan PKS menggelar acara Aspirasi Tokoh Perempuan untuk Indonesia Lebih baik 2019 di Hotel Golden Flower Bandung, Senin (4/03).

Tujuannya selain sosialisasi meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya perempuan Jabar terhadap ketahanan keluarga, juga mengajak masyarakat Jabar menolak pengesahan RUU Kekerasan Seksual yang sampai saat ini masih menuai pro kontra dari berbagai pihak yang berkepentingan.

Ketua Jaringan Perempuan PKS sekaligus Ketua Panitia Acara Tokoh Perempuan untuk Indonesia Lebih Baik 2019, Wiwi Hartati menuturkan maksud diadakannya acara ini sebenarnya untuk menggalang kekuatan PKS khususnya dikalangan kelompok perempuan Jabar dengan mengangkat tema isu pentingnya ketahanan keluarga dan mengajak masyarakat Jabar sadar akan RUU Kekerasan Seksual yang menurut penafsiran PKS banyak bertentangan dengan konsep Islam.

“Tema ini digagas dilatarbelakangi oleh keprihatinan kami melihat kondisi Indonesia yang carut marut, dalam konteks ini masalah ketahanan keluarganya. Dibuktikan dengan tingginya angka perceraian dan yang paling memprihatinkan adalah RUU Kekerasan Seksual yang terlalu dipaksakan disahkan padahal menurut pandangan kami banyak beberapa point yang tidak sesuai,” tuturnya usai acara Aspirasi Tokoh Perempuan untuk Indonesia Lebih Baik 2019, Bandung, Senin (4/03/2019).

Oleh karena itu jelas Wiwi, Jaringan Perempuan PKS mengajak perempuan di Jabar untuk kompak berjuang menolak RUU Kekerasan Seksual. Menurutnya, beberapasa alasan PKS tegas tidak setuju atas RUU tersebut salah satunya, pertama dari judul saja sudah salah. Arti kekerasan tidak terlalu tegas dibandingkan kejahatan yang dinilai diksinya lebih tegas dibandingkan kekerasan yang masih gamang dan bisa saja multitafsir.

Selain itu ada beberapa point dalam pasal RUU Kekerasan Seksual tersebut yang dinilai PKS tak sesuai dengan konsep Islam yang kami yakini. Seperti soal konsep tubuh perempuan menjadi hak perempuan sendiri. Dalam konsep tersebut, penafsirannya jadi apabila ada suami yang mengajak berhubungan intim tetapi isteri tidak mau, dan suami memaksa maka hal tersebut disebut kekerasan seksual.

“Padahal dalam perpektif kami dalam konsep Islam, tubuh isteri itu ada hak suami. Sehingga suami bisa meminta berhubungan seksual meskipun isterinya tidak mau karena itu hak suami dan bagi isteri itu adalah kewajibannya,” jelas dia.

Point tersebut hanya salah satu yang tidak PKS setujui, sehingga PKS satu-satunya partai politik yang sampai saat ini menolak RUU Kekerasan Seksual disahkan. Kecuali direvisi dalam beberapa bagian yang nuansanya tidak bias gender dan tidak terlalu banyak mengadopsi pemahaman pemikiran feminisme ala barat.

“Ini baru pengantar (sosialisasi awal) nanti PKS akan terus masif menyosialisasikan penolakan ini (ermasuk menggunakan isu ini dalam kampanye),” ucap Wiwi.

Wiwi menambahkan, selain acara tersebut diakui bahwa acara ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan prosentasi keterpilihan PKS di Pemilu 2019. Sehingga dalam acara tersebut diakui ada beberapa penyampaian yang memang menggiring audience untuk memilih PKS dan capres serta cawapres 02.

PKS Janjikan Kesejahteraan

Ditempat yang sama bakal calon legislatif DPRD Provinsi Jabar Dapil Kota Bandung dan Cimahi, Siti Muntamah yang turut hadir sebagai pembicara menambahkan Jaringan Perempuan PKS sengaja mengundang tokoh-tokoh perempuan dan masyarkat umum Jabar lainnya untuk mengajak mereka berjuang bersama PKS menolak RUU Kekerasan Seksual ini.

“Mereka (masyarakat) memiliki partai yang vokal menyuarakan ketahanan keluarga untuk masa depan dan menolak RUU Kekerasan Seksual untuk membangun masa depan. Tidak semua partai yang vokal menyuarakan dan fokus terhadap isu ini,” tambah Siti yang juga sebagai isteri Walikota Bandung.

PKS dalam hal ini tentu memerlukan dukungan dari masyarat untuk memperjuangkan penolakan RUU Kekerasan Seksual ini.

Leave a Reply